Baca Juga
Loading...
Tuesday, September 20, 2016

Pertualangan Tak Terduga Menuju Riam Dait Ngabang

Tuesday, September 20, 2016
Pertualangan Tak Terduga Menuju Riam Dait Ngabang - Tulisan ini saya dedikasikan khusus kepada para Crew Travedisi yang telah bersedia dan berani secara kompak dalam perihal traveling dan ekspedisi.

Salam Travediser bagi kita semua, pada kesempatan kali ini kami yang tergabung dari Travedisi CREW akan berbagi pengalaman terkait dengan hasil perjalanan ketika mengunjungi Air Terjun Riam Dait.
Riam Dait Menjadi Tujuan Pertualangan Tak Terduga Oleh Travedisi Crew, air terjun Dait memiliki 7 tingkat yang menyajikan pesona alam kalbar yang begitu khas.
Penampakan Riam Dait Tingkat 3.
Dokumen Pribadi
Oleh sebab itu saya selaku penulis blog Travedisi ini akan merangkum beberapa yang kami temukan selama masa-masa mengasyikkan tersebut.

Sebelum masuk ke pengalaman selama perjalanan dan suasana di Riam Dait, saya akan menuliskan secara singkat mengenai perkenalan para Crew yang telah mengikuti trip ke Riam Dait.

Guido Famula a.k.a GuidoFM29 (saya sendiri), Cleo89 a.k.a Aliong, Dewi, Egi, Chergyo, Jacky, Lia, Novian, Pristia, Septiani, Stefanus, Stella Monica, Vanie Sanjaya, Wawan Kurniwan,Teddy, Heri, Didi Pangalayo, Okta, Angel, Alvin.

Perlu Anda ketahui, bahwa pada awalnya kami yang beranggotakan 20 Orang tersebut, memang belum saling mengenal satu sama lain, ibarat kata dari teman mengajak teman yang lain, sehingga berkumpul menjadi satu.
Riam Dait Menjadi Tujuan Pertualangan Tak Terduga Oleh Travedisi Crew, air terjun Dait memiliki 7 tingkat yang menyajikan pesona alam kalbar yang begitu khas.
Travedisi Crew.
Dokumen Pribadi
Contohnya saja, pada awal pertemuan saya hanya mengenal Egi, Chergyo, Septiani, Dewi, Stefanus, Stella, dan Angel, untuk yang lainnya saya belum tahu alias masih perkenalan pandangan pertama.

Bagaimana ceritanya, sehingga bisa menjadi seperti itu?

Pada Hari Kamis 8 September 2016, Ketika sedang manyun-manyunnya memikirkan bahan tulisan yang ingin ditulis, Saya dikagetkan dengan bunyi Handphone yang diketahui bahwa Pesan BBM telah masuk.

Pesan tersebut berasal dari Egi, yang merupakan penggerak dalam pertualangan ini.
Karena pada saat itu saya memang sedang membutuhkan refreshing, saya menyanggupi ajakan Egi dan menyutujui setiap persiapan / Jadwal keberangkatan.

Walaupun sebenarnya jadwal kepergian dapat dikatakan sangat mendadak, yaitu kami akan berangkat Pada Hari Minggu, 11 September 2016.

“Namun tak masalah, yang terpenting bisa pergi dan refreshing” Pikir saya pada waktu itu.

Seperti biasa, kalau sudah pergi liburan ke tempat yang jauh, saya sering menanyakan berapa orang yang akan mengikuti kegiatan ini?

Untuk anggota yang telah terkonfirmasi akan pergi hanya sekitar 13 Orang, lalu semuanya berubah ketika pada hari keberangkatan, yaitu menjadi 20 Orang yang terdiri 12 Orang Pria dan 8 Orang Wanita.

Jujur saja, saya sangat senang sekali jika melakukan perjalanan liburan bisa bersama kerabat/orang sebanyak ini, apalagi pada saat itu kami berangkat menggunakan kendaraan bermotor, tentunya sangat asyik dan seru sekali, bisa merasakan Touring bersama, terhadap orang yang belum terlalu saling kenal.

Minggu, 11 September 2016, Jam 03:20 WIB yang bertempatkan di Persekolahan Asisi Pontianak, kami sudah bersiap-siap untuk segera melakukan perjalanan, seperti mengecheck perlengkapan tenda, alat masak, dan berdoa bersama.

Setelah persiapan selesai dilakukan, kami yang menggunakan 10 Motor langsung tancap Gas menuju Riam Dait yang masih berada jauh didepan mata kami, kurang lebih 6 – 7 Jam lagi untuk segera sampai.

Kondisi cuaca pada saat itu sangat bersahabat, namun tak bertahan lama, belum sampai separuh perjalanan, kami semua di guyur hujan, alhasil ketika kami sampai di daerah pasar Sungai Pinyuh (Jam 05:02 WIB) kami sepakat untuk berteduh sebentar, sembari menunggu hujan reda dan mengeringkan pakaian basah yang masih kami kenakan.
Riam Dait Menjadi Tujuan Pertualangan Tak Terduga Oleh Travedisi Crew, air terjun Dait memiliki 7 tingkat yang menyajikan pesona alam kalbar yang begitu khas.
Suasan Persinggahan Pertama ( 05:02 WIB ).
Dokumen Pribadi
Pada pemberhentian di warkop ini, sepertinya kami mendapatkan hubungan yang kuat dalam bersosialisasi, tak ada istilah belum saling mengenal, siapa kamu, asal kamu dari mana, apa agamamu?

Sehingga pecah riuh candaan dan obrolan-obrolan lucu memecah kesunyian pagi, tak heran bapak penjaga ikut tertawa bersama, ketika melihat gelagat konyol kami, yang sudah seperti lama mengenal.
Riam Dait Menjadi Tujuan Pertualangan Tak Terduga Oleh Travedisi Crew, air terjun Dait memiliki 7 tingkat yang menyajikan pesona alam kalbar yang begitu khas.
Hiruk Pikuk Para Crew Memecah Suasana.
Dokumen Pribadi
Pukul 05:30 kami semua sepakat untuk melanjutkan perjalanan, karena memang pada jam tersebut, Hujan sudah tidak lebat lagi alias sudah reda.

Dengan kecepatan rata-rata 70 Km/jam kami membentuk formasi lurus, lalu di bumbui dengan sedikit formasi zig zag agar dapat mengontrol satu sama lain.

Sebelumnya kami telah sepakat melakukan pemberhentian di Jalan Seha, untuk melakukan sarapan pagi, maklum saja, pada saat itu kami semua belum melakukan sarapan.

Sedikit trouble ketika kami sampai di daerah Kec Mandor, kami melakukan pemberhentian sementara, yang dikarenakan salah satu teman kami yang bernama Lia dan Jackie (berbonceng) memberitahu kami bahwa sepertinya mereka melihat salah satu motor anggota tertinggal dari rombongan, namun rumor tersebut belum dapat dipastikan, sehingga timbullah sedikit perdebatan kecil.

Dikarenakan harus mengejar waktu, akhirnya kami sepakat untuk menunggu salah satu rombongan yang mungkin tertinggal tersebut, jika kami sudah sampai di Jalan Seha.

Pada pukul 07:00 kami telah sampai di jalan seha, lalu menuju salah satu rumah makan yang bernama Melda, sembari menunggu konfirmasi teman kami yang tertinggal melalui via Telpon, kami pun segera memesan beberapa menu sarapan pagi.
Riam Dait Menjadi Tujuan Pertualangan Tak Terduga Oleh Travedisi Crew, air terjun Dait memiliki 7 tingkat yang menyajikan pesona alam kalbar yang begitu khas.
Suasana ketika sampai di Jalan Seha.
Dokumen Pribadi
Selang beberapa saat, ternyata si Heri menelpon kami duluan untuk mengkonfirmasi bahwa trouble kendaraan yang di alami sangat parah, dan lebih sialnya lagi, bahwa di daerah tersebut bengkel motor masih belum buka, alhasil harus mencari lebih jauh lagi agar menemukan bengkel yang beroperasi pada hari minggu / libur.

Mendengar penjelasan tersebut, akhirnya kami memutuskan beberapa dari kami para lelaki untuk menyambangi mereka yang tertinggal, untuk segera memberikan bantuan sembari menemani mereka.

Oh iya.... nama teman kami yang mengalami trouble tersebut adalah Heri dan Teddy.

Akhirnya Egi dan Wawan segera menyambangi mereka untuk berinisiatif memberikan bantuan.

3 Jam kemudian, belum ada tanda-tanda kedatangan mereka, mungkin memang kendala yang mereka hadapi memang terlampau sulit, mengingat hari pada saat itu merupakan hari minggu, yang barangkali bengkel banyak yang tutup.

Walaupun bosan dan sedikit stress karena harus menunggu lama, sedikit pun kami tak berniat meninggalkan mereka duluan, kami tetap menunggu hingga semua keadaan beres.

Kami pun mengisi waktu luang tersebut, dengan beberapa kegiatan positif dicampur dengan sedikit kegilaan, seperti bercengkrama satu sama lain agar bisa semakin dekat (siapa tahu jodoh), mendengarkan lagu, bernyanyi bersama, jalan-jalan disekitar warung sambil menikmati suasana puncak Jalan Seha, dan masih banyak lagi yang kami lakukan.
Riam Dait Menjadi Tujuan Pertualangan Tak Terduga Oleh Travedisi Crew, air terjun Dait memiliki 7 tingkat yang menyajikan pesona alam kalbar yang begitu khas.
Pemandangan di Sekitar Persinggahan Jalan Seha.
Dokumen Pribadi

Memang Tuhan memiliki jalan tersendiri yang begitu hebat, dikarenakan perihal menunggu tersebut, kami semakin akrab dan sudah dapat menghafalkan setiap nama anggota, padahal sebelumnya kami memang belum saling mengenal nama.
Riam Dait Menjadi Tujuan Pertualangan Tak Terduga Oleh Travedisi Crew, air terjun Dait memiliki 7 tingkat yang menyajikan pesona alam kalbar yang begitu khas.
Pemandangan dari atas Rumah Makan Melda.
Dokumen Pribadi

Beberapa menit kemudian, tepatnya pada pukul 09:45 WIB, Egi, Wawan, Heri dan Teddy sudah menunjukkan batang hidungnya, dengan sedikit wajah memelas, seperti mengabarkan pengalaman buruk, yaitu motor yang mengalami trouble tersebut harus dibawa pada bengkel yang lebih berpengalaman, karena harus dilakukan Press Segitga yang mungkin dapat memakan waktu lama.

Dengan sedikit rundingan, akhirnya kami semua sepakat untuk mencari bengkel yang mumpuni dalam menangani trouble motor tersebut.
Riam Dait Menjadi Tujuan Pertualangan Tak Terduga Oleh Travedisi Crew, air terjun Dait memiliki 7 tingkat yang menyajikan pesona alam kalbar yang begitu khas.
Track Jalan Seha.
Dokumen Pribadi

Pada pukul 10:00, kami melanjutkan perjalanan ke Kota Ngabang, dengan sedikit mengurangi kecepatan ( 50 – 60 KM/Jam ), karena perihal trouble motor tersebut.

Inilah hebatnya para Crew Travedisi, walaupun dapat dikatakan molor terhadap waktu, yang dikarenakan terdapat banyak kendala, tak menyurutkan semangat dan keceriaan, kami tetap tertawa ria, bersenandung bersama, tanpa sedikitpun mengeluh.

Setelah 1 jam memacu kendaraan, akhirnya pada pukul 10:56 WIB, kami sampai dengan selamat di daerah Kota Ngabang, hal pertama yang kami lakukan adalah mengisi BBM, karena memang mayoritas kendaraan yang kami kendarai, belum melakukan pengisian BBM semenjak dari Kota Pontianak.

Selang waktu 30 Menit, kami pun segera menyusuri Kota Ngabang, untuk mencari bengkel terdekat yang dapat menerima layanan Press Segitga Motor.

1 Jam pertama kami berkeliling Kota Ngabang sama dengan nihil, alias tidak dapat apa-apa, kebanyakan bengkel sudah tutup dan tidak menerima Service Press Segitiga.

Jujur, seketika itu kami semua dilanda panik, karena untuk melanjutkan perjalanan dengan kondisi motor yang terseok-seok seperti itu, sangat tidak mungkin untuk melewati Rute ganas Riam Dait.

Matahari sudah tegak berada di atas kepala kami, pertanda jam sudah menunjukkan pukul 12:00 WIB, mungkin dikarenakan panas sudah menyengat otak salah satu teman kami yang bernama Aliong a.k.a Cleo, lalu beliau menyarankan untuk mengikuti nya pergi ke suatu tempat yang belum kami semua ketahui.

Hanya sedikit yang menggubris, tak lain dan tak bukan hanya saya sendiri yang mengikuti langkah misterius Aliong tersebut.

Alasan saya mengikuti Aliong juga dikarenakan memang lagi butuh mencari bengkel, untuk melakukan setting tegangan terhadap rantai motor, karena pada saat itu rantai motor yang saya gunakan sudah kendur dan berbunyi berisik pertanda kekurangan pelumas.

Tak jauh dari spot kami memberhentikan rombongan, Saya dan Aliong menemukan bengkel yang kalau dilihat dari pandangan sekilas, sepertinya nampak professional.

Saya pun langsung memberitahu kepada yang empunya bengkel, untuk segera melakukan maintenance pada motor yang saya kendarai.

Saya sempat kaget dan shock, karena mendengarkan percakapan Aliong terhadap yang empunya bengkel, sepertinya ini teman lama yang terpisahkan.

Belum lagi, saya sempat berfikir bahwa Aliong juga merupakan salah satu karyawan bengkel yang ada di Kota Pontianak, mungkin pertemanan mereka ada hubungannya dengan perihal perbengkelan.

Walaupun mereka melakukan obrolan dengan Bahasa Khek (Chineese), saya sedikit mengerti dengan bahasa tubuh yang mereka lakukan, terlebih Aliong dengan semangatnya menunjuk Rombongan yang berada tak jauh dari bengkel ini.

Mungkin Aliong memperkenalkan dan menjelaskan maksud tujuan kami datang ke Kota Ngabang ini.
Lalu saya tak tinggal diam, saya tepuk bahu Aliong tersebut, lalu membujuk Aliong untuk menanyakan apakah bisa bengkel ini melakukan perbaikan pada Segitga motor yang telah rusak parah.

Binggo !!

Pihak bengkel menyanggupi untuk melakukan maintenance tersebut, kalau difikir-fikir siapa sih yang dapat menolak rejeki?

Akan tetapi kami harus menunggu lebih dari 3 Jam, yang mana perkataan yang terucap dari salah satu karyawan bengkel tersebut membuat kami semua menjadi lesu dan sedikit pasrah.
Riam Dait Menjadi Tujuan Pertualangan Tak Terduga Oleh Travedisi Crew, air terjun Dait memiliki 7 tingkat yang menyajikan pesona alam kalbar yang begitu khas.
Ketika berada di Bengkel.
Dokumen Pribadi

Kami pun melakukan rundingan kembali, tentang apa yang harus dilakukan, terlebih sekarang sudah menujukkan pukul 12:30 WIB, bisa-bisa kami kemalaman atau batal untuk pergi ke Riam Dait.

Setelah berunding, kami semua sepakat untuk mencoba meminjam motor dari salah satu karyawan bengkel tersebut, dimana Aliong lah yang menjadi juru bicara kepada pihak bengkel.

Butuh waktu 30 menit untuk melakukan negosiasi, kami pun berfikir, maklum saja !, terlebih kami semua adalah orang baru, wajar saja pihak bengkel sedikit berhati-hati dalam mengambil keputusan, mungkin khawatir motornya akan dicuri oleh kami, walaupun kami memang tak berniat seperti itu.

Tepuk tangan buat Aliong, Aliong berhasil memenangkan negosiasi, alhasil kami di pinjami sebuah motor, untuk digunakan sebagai pengganti motor Heri yang sedang di lakukan Maintenance, dengan perjanjian, bahwa motor yang dipinjami tersebut harus dikembalikan besok sebelum jam 17:00 WIB ( Jam Tutup Bengkel ).

Setelah berhasil mendapatkan motor pengganti, kami pun melakukan persinggahan ke warung sembako untuk berbelanja perlengkapan camping, seperti beras, minuman, dan lain-lain yang tak sempat kami beli sebelumnya di Pontianak.

Pada pukul 12:50 WIB kami melanjutkan perjalanan melalui Simpang jalan Serimbu, keceriaan lega kembali menghiasi masing-masing wajah kami, yang sangat berharap dapat utuh bersama-sama sampai ke riam dait.

Disambut dengan akses jalan yang sangat mulus, semakin melegakan para rombongan, terkecuali saya sendiri yang sudah mengetahui rute rusak perjalanan berikutnya , karena saya sudah tahu dan beberapa kali pernah melewati jalur serimbu ini, hanya saja saya sengaja tidak memberitahukan kepada rombongan terkait kedepannya track akan seperti apa? hihihi

Walaupun saya berniat memberikan sureprise, saya tetap memimpin perjalanan tersebut, karena sedikit was-was jika saya membiarkan salah satu dari mereka yang belum mengetahui rute untuk melaju duluan, karena ruas yang akan dihadapi kelak, akan banyak bertaburan jebakan Batman ( lubang yang terduga ).

Akhirnya sampai juga di Track semi off road, yang dapat merusak ban kendaraan.

Saya memperhatikan dengan seksama melalui Spion motor ini, terlihat konsentrasi yang amat dalam mereka lakukan ketika melewati beberapa lubang dan gelombang kasar.

Sehingga tak heran jika sedikit makian terlontar dari bibir-bibir lelah mereka, namun saya maklumi semua itu dan sedikit tertawa kecil, karena saya juga pernah mengalami pengalaman pertama seperti itu.

Beberapa menit kemudian, seketika sedang asyik-asyiknya konvoi dan mengelakan lubang parah, salah satu dari rombongan mengklakson kencang, pertanda terdapat trouble yang lumayan serius.
Saya dan lainnya pun segera memutar arah, untuk mengetahui apa yang terjadi.

Sialnya… Ternyata motor yang kami pinjam barusan mengalami bocor ban, dan harus segera di tambal atau di ganti agar tidak merusak velg.

Namun untungnya, tak jauh dari lokasi kejadian, kami menemukan bengkel motor, saya pun segera menyambangi duluan dan menanyakan perihal tambal menambal ban tersebut.

Alhasil pihak bengkel tidak menerima tambal ban, hanya menerima ganti ban saja.

Oke fine.. kami pun mau tidak mau harus setuju.

Pada pukul 13:26 WIB kami terpaksa berhenti kembali, sembari menunggu Ban tersebut di ganti.
Ada yang melamun, ada yang selfie dengan pohon sawit, ada yang mondar mandir, ada yang kepas kepus merokok, dan saya sendiri bersama Stella, Heri dan Teddy berinisiatif ke warung untuk mencari minuman segar, karena memang pada saat itu cuaca sedang panas-panasnya, sehingga dahaga ini tak mampu kami tahan.

15 Menit kami menunggu.

Sepertinya ban motor sudah di ganti, begitulah fikir kami yang berada di warung, lalu kami beranjak kembali menuju bengkel yang tak jauh dari warung yang kami kunjungi barusan.
Parahnya, motor kami belum di sentuh sama sekali, alias masih kacangi.

Alasan klasiknya, harus mengantri dahulu dari motor yang sedang dilakukan turun mesin.
Hebatnya lagi, jika kami memang sedang mengejar waktu, pihak bengkel menawarkan kami untuk membongkar sendiri ban belakang motor tersebut.

Berdalih  agar lebih cepat, dan nanti ketika pada saat pemasangan ban dalam, pihak bengkel yang akan melakukannya, kira-kira seperti itu perkataan salah satu dari karyawan bengkel tersebut.

Kami yang berada di bengkel pun melakukan saling pandang satu sama lain, karena memang merasa aneh, padahal ada salah satu karyawan mereka yang menganggur alias tidak melakukan apa-apa.
Positif Thinking !! mungkin mereka lelah.

Karena kami memang sebagai tamu di daerah ini, ya sudah…, Heri pun menyanggupi perihal tersebut, karena Heri merasa itu merupakan tanggung jawabnya, walaupun sebenarnya ini adalah tanggung jawab bersama.

Walau tidak memiliki skill yang mumpuni, si Heri tetap berjuang sekuat tenaga dalam membuka Ban tersebut, terlihat salah satu karyawan dan kami sendiri menyengir melihat perjuangan Heri.

Karena Iba melihat perjuangan Heri, kami pun berinisiatif membantunya, alhasil setelah 15 menit berlalu, ban sudah terbongkar dengan baik, namun karena yang membongkar ban adalah kaum-kaum para pemula perbengkelan, terpaksa membuat salah satu spare part pada bagian belakang motor mengalami kerusakan, dan harus di ganti dengan yang baru, kalau tidak salah spare part tersebut adalah penyangga tromol pada REM.

Setelah ban sudah dipasang dan spare part sudah terkendali aman, kami kembali dikejutkan dengan mahalnya harga yang harus dibayar, yaitu Rp 90.000,- .
Rp. 40.000 untuk harga pergantian ban, Rp.50.000 untuk pergantian karet tromol.

Walaupun kaget, kami tak terlalu mempersoalkan semua itu, karena yang terpenting motor tersebut baik-baik saja.

Walaupun sedikit mumet dan kesal, pada pukul 14:00 WIB kami melanjutkan perjalanan yang masih satu jam lamanya untuk di tempuh.

Kesialan yang beruntun tak menyurutkan ceria kami, kami tetap semangat dan memasang wajah manis, hahaha.

Apalagi jalur yang akan kami lewati ini merupakan jalur yang sudah dalam kondisi baik, tidak ada ditemukan lubang-lubang nakal seperti sebelumnya, namun itu hanya sementara, karena akan ada jalur tanah kuning yang akan menyapa kami para rombongan.
Riam Dait Menjadi Tujuan Pertualangan Tak Terduga Oleh Travedisi Crew, air terjun Dait memiliki 7 tingkat yang menyajikan pesona alam kalbar yang begitu khas.
Jalur masuk Riam Dait.
Dokumen Pribadi

Terlihat dari kejauhan, terdapat plank Rombo Dait yang mengarahkan kami ke area rute tanah kuning, sepertinya pertualangan Off road kembali dimulai.
Riam Dait Menjadi Tujuan Pertualangan Tak Terduga Oleh Travedisi Crew, air terjun Dait memiliki 7 tingkat yang menyajikan pesona alam kalbar yang begitu khas.
Masih di jalan menuju Raim Dait.
Dokumen Pribadi

Gundukan tanah, debu jalanan, panas terik yang begitu hebat menjadi pertemanan akrab kami pada saat itu, namun kami tetap tangguh dan fokus terhadap tujuan yaitu Riam Dait.

Kesialan kembali terjadi kepada kami, ketika menemukan simpang dua yang membingungkan antara kiri atau kanan, dengan bodohnya saya membawa mereka pada jalur simpang yang sebelah kanan.
Karena ragu, saya dan para rombongan mengurangi laju kendaraan, berharap menemukan warga setempat untuk menanyakan dimana letak jalur utama menuju riam dait.

Sedikit mengelus dada, akhirnya kami menemukan sepasang anak beranak yang sepertinya baru pulang dari ladang berkebun, lalu saya memulai menyapa dan membuka obrolan.

Dengan sedikit penjelasan detail, terbuktilah bahwa kami berada dijalur yang salah, lalu kami pun mengucapkan terima kasih kepada bapak paruh baya tersebut, dan segera memutar kendaraan kembali ke lajur yang sebenarnya, yaitu sebelah kiri pada simpang sebelumnya.

Sungguh terasa jauh perjalanan ini, belum lagi dahaga dan lapar yang melanda, membuat hasrat ini segera tak sabar untuk cepat sampai ke Riam Dait, track yang mendaki dan menurun menjadi tantangan super bagi kami pada saat itu.

Pukul 15:00 WIB, kami sampai di pertigaan Desa Sekendal, namun kali ini kami tidak bingung, karena memang terlihat jelas plank petunjuk menuju Riam Dait.

Kami pun segera menelusuri jalan permukiman desa tersebut dengan perlahan-lahan dan penuh sopan, tak heran kami menjadi pusat perhatian setiap warga desa, entah karena kecantikan dan kegantengan kami atau keanehan kami. hehehe

Oke skip …

Terdapat sebuah portal menghalangi jalan rombongan kami, kami pun ditanya dan di data, lalu di himbau untuk membayar tiket masuk, yang mana pada saat itu Rp.10.000 per motor, setelah membayar kami pun kembali melanjutkan perjalanan, berharap segera cepat sampai dilokasi wisata riam dait.

Namun, sepertinya perjuangan belum berakhir begitu saja, jalur yang kami lewati ternyata lebih ekstreme dari jalur sebelumnya, selain tanah kuning, kami juga harus memaksa motor ini untuk mendaki tanjakan yang sangat luar biasa tanjakannya, saking tinggi dan panjang nya tanjakan tersebut, membuat pengendara tidak diperkenankan berbonceng pada saat menanjakinya.
Riam Dait Menjadi Tujuan Pertualangan Tak Terduga Oleh Travedisi Crew, air terjun Dait memiliki 7 tingkat yang menyajikan pesona alam kalbar yang begitu khas.
Rute paling horror sepanjang menuju Riam Dait.
Dokumen Pribadi

PRAKKK !!!!

Salah satu rombongan kami, yaitu Novian dan Pris mengalami kecelakaan tunggal ketika menanjaki Bukit terjal yang saya maksud tersebut, alhasil membuat Novian terjepit di antara motor dan permukaan tanah kuning tersebut.

Dengan sigap, beberapa dari kami segera membantu Novian dan Pris yang memang sedikit tidak berdaya, yang dikarekan sama-sama lelah dan beratnya motor yang menghimpit.
....
Berikut rekaman video ketika mengarungi bukit edan ini, rasakan sensasinya hehehe.
....
Setelah kejadian tersebut, sedikit banyak kami mulai panik, lebih berhati-hati dan memusatkan konsentrasi yang penuh dalam mendaki bukit Edan tersebut.
Riam Dait Menjadi Tujuan Pertualangan Tak Terduga Oleh Travedisi Crew, air terjun Dait memiliki 7 tingkat yang menyajikan pesona alam kalbar yang begitu khas.
Penampakan Rute dari atas bukit.
Dokumen Pribadi

Sempat berfikir, bagaimana mobil bisa masuk ke daerah ini? Apalagi mengingat jembatan dadakan / emergency yang memang tak layak guna, selalu dilewati lalu lalang pengunjung, apakah jembatan tersebut dapat bertahan lama? Bagaimana jika?? Ah sudahlah….
Oh pemerintah kepada siapa kami mengadu kan ini?
Setelah melihat kejadian salah satu rombongan yang mengalami kecelakaan, membuat saya menjadi lebih hati-hati dan fokus, dengan sigap saya memacu kendaraan, memilah rute yang pantas, sedikit terhuyung namun kaki ini masih kuat dalam menyanggah untuk berakrobat, tas menggelinding dari atas motor, sedikitpun tak saya perdulikan, yang saya fikirkan saat itu, intinya harus sampai ke atas puncak tersebut.

PRAAKKK !!

Kecelakaan tunggal terjadi lagi, kali ini menimpa rombongan yang bernama Aliong, motor besarnya harus mengalami sedikit lecet karena tergores bebatuan sekitar, namun tidak terlalu dipermasalahkan, yang terpenting pengendara baik-baik saja.

Kami pun segera mendatangi Aliong, untuk segera cepat membantu dan menatang motor tersebut, karena terlambat sedikit saja, motor tersebut dapat berguling kebawah, dan bisa mengenai pejalan kaki yang berada dibelakang.

Lebih dari lima orang yang membantu dan bergotong royong secara bergantian menuntun motor berat tersebut.

Setelah motor Aliong berhasil kami naikkan ke puncak Bukit, kami pun melakukan istirahat terlebih dahulu, karena memang kami semua merasakan sangat lelah dalam mengarungi perjalanan ini, terlebih kami juga sudah berhasil menaikkan 10 Motor kebukit dengan sukses.

Sembari kami beristirahat, kami juga melakukan kegiatan ramah tamah terhadap satu rombongan lainnya, yang sudah berada di puncak ini sebelum kami, kalau tidak salah rombongan tersebut berasal dari organisasi OMK (Orang Muda Katolik ) Cecilia.
Riam Dait Menjadi Tujuan Pertualangan Tak Terduga Oleh Travedisi Crew, air terjun Dait memiliki 7 tingkat yang menyajikan pesona alam kalbar yang begitu khas.
Selfie adalah obat lelah.
Dokumen Pribadi

Karena sama-sama berasal dari Kota Pontianak, perbincangan pun semakin asyik dan menghibur, saling melempar guyonan, tertawa bersama, berbagi makanan satu sama lain, menghiasi perasaan lelah kami pada saat itu.

Setelah 30 Menit berlalu, kami semua sepakat untuk segera melanjutkan perjalanan yang sama sekali belum kami tahu letak ujung pangkal Riam Dait.

Pukul 16:00 WIB, kami yang beranggotakan 20 orang / 10 Motor sampai di muka parikiran Riam Dait.

Kami kembali dikagetkan dengan pihak panitia yang menyetopkan motor kami, lalu kembali mencatat nomor plat motor masing-masing dari kami, lalu meminta biaya parker + tiket masuk dengan harga Rp. 10.000,- ,
Saya sedikit penasaran dengan semua ini, kenapa tidak disamakan saja dengan pembayaran tiket sebelumnya.

Berdalih untuk biaya keamanan dan parkir, kami pun pasrah dan ikhlas membayar HTM tersebut dengan harga Rp. 10.000,-.
Tidak masalah yang terpenting kami semua sampai dengan selamat di lokasi Riam Dait.

Setelah menyelesaikan administrasi tersebut, kami segera memarkirkan kendaraan kami.
Karena merasa kagum dengan keindahan Riam yang sudah tampak dari atas kejauhan, membuat kami semua mengeluarkan kamera dan perlengkapan lensa untuk berfoto ria.
Riam Dait Menjadi Tujuan Pertualangan Tak Terduga Oleh Travedisi Crew, air terjun Dait memiliki 7 tingkat yang menyajikan pesona alam kalbar yang begitu khas.
Selebrasi ketika sampai di lokasi Riam Dait.
Dokumen Pribadi

Kegiatan selfie pun tak terbendung, suasana indah riam dait memecahkan kelelahan kami menjadi kesenangan yang sangat berarti.

Kami segera turun kebawah yang kebetulan memang parkir kendaraan berada di atas, kami berbagi tugas ada yang membawa makanan, survey spot pemasangan tenda, dokumentasi video, tukang selfie, dan pemandu sorak wanita yang tak kalah penting nya. hahahah

Jujur saja, ketika sampai, kami menjadi pusat perhatian pengunjung sekitar, entah itu kami merasa aneh atau apa? Hanya mereka yang tahu.

Kami tak menghiraukan semua itu, yang terpenting sampai dengan selamat tanpa berkurangnya satu pun anggota.

Bisa Anda bayangkan, perjalanan dimulai jam 03:30 – 16:00 WIB, tentu selama 12 Jam tersebut memiliki kesan dan pengalaman tersendiri bagi Para Travedisi Crew, ada haru, senang, ketakutan, bahagia, dan tentunya kebersamaan.
Riam Dait Menjadi Tujuan Pertualangan Tak Terduga Oleh Travedisi Crew, air terjun Dait memiliki 7 tingkat yang menyajikan pesona alam kalbar yang begitu khas.
SALAM TRAVEDISER.
Dokumen Pribadi

Masih banyak yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini, namun jika semua nya ditulis dalam satu artikel tentu akan memuat banyak kata, yang dapat memusingkan Anda para pembaca.

Oleh sebab itu, ikuti terus artikel dan blog travedisi.com untuk mengetahui update pengalaman kami selama berada di Riam Dait.

Sebelum menutup artikel ini, baca juga: Informasi dan Selayang Pandang Mengenai Riam Dait

Bagi kalian yang ingin bertanya atau sekedar berkomentar, jangan lupa cantumkan pada kotak komentar dibawah ini.

Akhir kata saya ucpakan terima kasih. SALAM TRAVEDISER !!!

12 komentar:

  1. waw keren gan kalimantan ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas, terima kasih ya pujiannya terhadap kalimantan.
      Main-main donk kesini :)

      Delete
  2. Daerah nya saya kurang tau betul. tetapi pas liat ini artikel kayaknya bagus untuk di kunjungi.
    Info bermanfaat +1

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk daerahnya, Kab Landak, Kec Air Besar, Desa Sekendal, Air Terjun Dait.
      Terima kasih apresiasinya mas.

      Delete
  3. Seru juga berpetualang kesini. Kapan kapan main ke sana Ahk hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pastinya seru banget mas.
      Ayo main-main kesini mas, gabung ama Travedisi :)

      Delete
  4. Lokasinya jauh bgt... Perjuangan bgt sampai sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya gan butuh 6 - 7 Jam untuk sampai kesana, tergantung kondisi.
      Tapi dijamin seru jika sudah sampai ke Air Terjun Dait.
      Terima kasih kunjungannya

      Delete
  5. seru gan buat jalan rame-rame, tapi sayang lokasinya jauh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sih mas, jauh jga, apalagi perginya dari Kota Pontianak, bisa 6 - 7 jam untuk sampai.
      tapi dijamin seru pergi rame", belum lagi ditambah dengan beberapa tingkatan air terjunya yg menarik untuk dijajal.

      Delete
  6. dari perjalanannya saja udah seru.. gmn udah sampe di tkp.. mantap deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dijamin enggak nyesel kalau udah sampai di riam dait mas.. karena ada 7 tingkat, yang berkilo-kilo jarak antar 1 tingkatnya.

      Delete

Setiap komentar yang masuk, akan melalui proses moderasi, oleh sebab itu berkomentarlah dengan cerdas dan sesuai akhlak yang berlaku

 
Toggle Footer