Travedisi

Travedisi

Air Terjun Terinting - Selayang Pandang Informasi Penelusuran Alam Kalbar

Air Terjun Terinting - Selayang Pandang Informasi Penelusuran Alam Kalbar
Air Terjun Terinting - Kalimantan Barat merupakan salah satu pulau terbesar yang ada di Nusantara ini, dengan berbagai kekayaan alam tropis yang menghiasi disetiap sudut hutan Borneo, sehingga dibalik kekayaan tersebut, sangat menarik dan wajib diekspos terus menerus demi mempertahankan nilai kecintaan alam manusia sebagai kiat pelestarian alam sekitar, khususnya bumi Kalimantan Barat ini.

Air Terjun Terinting atau yang akrab disebut rombo terintik merupakan salah satu keindahan alam yang dimiliki Kalbar, air terjun yang memiliki ketinggian hingga 50 Meter ini terletak diujung Kab Landak, Kec Air Besar, Desa Sempatung Lawuk, atau lebih familiar terletak di daerah Serimbu.
Air terjun terkenal di indonesia memang bertaburan hingga ke pelosok negeri,terkecuali riam terinting ini yg mungkin bersemayam indah dalam hutan hujan kalbar.
Air Terjun Terinting.
Sumber: Dokumen Pribadi
Daerah Serimbu memang terkenal dengan wisata alam air terjun ngabang, seperti Air terjun Dait, Air Terjun Melanggar/Mananggar/Bananggar/Managar, Riam Bedawat/air terjun bedawan, air terjun tikalong, dan masih banyak lagi beberapa air terjun yang berada di sekitar daerah Serimbu, baik itu yang belum terekspos atau yang sudah terekspos sekalipun.
Baca Juga: Pesona Alam Air Terjun Berawat'n Kalbar
Air Terjun Terinting memang terletak nun jauh di ujung Dusun Engkangin dan Dusun Jamu ( Dua Dusun ini merupakan checkpoint untuk pengunjung memulai pendakian ke Air Terjun Terinting ), butuh waktu perjalanan hingga 5 – 7 Jam untuk sampai ke Air Terjun Terinting, namun lama perjalanan bisa juga melebihi waktu yang telah diperkirakan sebelumnya, karena perjalanan akan dapat terhambat jika memang pendakian dilalui pada saat musim penghujan, karena memang Rute/akses jalan yang masih tanah kuning, jalur setapak, serta mendaki bukit yang sungguh terjal.

Dibutuhkan tenaga ekstra dalam proses pendakian bukit tersebut, untuk dapat menyaksikan megah dan keindahan Air Terjun Terinting, namun raga jasmani yang lelah akan kembali segar bugar ketika Air Terjun yang berada di ketinggian 500 – 600 MDPL tersebut terlihat tepat diwajah pengunjung. Sungguh luar biasa.
Bagaimana perihal detail mengenai Rute perjalanan jika dimulai dari Kota Pontianak?
Untuk hal tersebut, pengunjung diasumsikan melakukan perjalanan awal dari Kota Pontianak – Kota Ngabang ( Kab Landak ), dengan lama perjalanan 4 – 5 Jam, dengan kondisi kelajuan berkendara 60 – 70 Km / Jam ( Cukup sekali melakukan Rest Point/istirahat ).

Sebagai tambahan: Akan lebih baik, jika pengunjung menggunakan sepeda motor, karena untuk melewati desa berikutnya engkangin/jamu, pengunjung akan melewati Jembatan Gantung yang hanya muat dilalui oleh satu motor saja.

Jika pengunjung sudah mencapai Kota Ngabang, lakukan kembali perjalanan dengan berpatokan pada Plank petunjuk yang mengarah ke Daerah Serimbu ( Diharapkan pada saat di Kota Ngabang, pengunjung sudah melakukan pengisian BBM secara Full Tank, karena kedepannya pengunjung tidak akan menemukan SPBU/Pom Bensin kecuali Kios bensin ).

Lama perjalanan dalam menyusuri Daerah Serimbu hingga ke Dusun Engkangin atau Dusun Jamu sekitar 2 – 3 Jam perjalanan, hal tersebut dikarenakan jalur utama menuju Serimbu masih terdapat kondisi jalan aspal yang kedapatan rusak parah, sehingga pengunjung/pengendara wajib berhati-hati, demi meminimalisir kecelakaan.

Setelah sampai Di Pasar Serimbu, pengunjung akan dihadapkan dengan banyak simpang dan jalur masuk Gang, bagi pengunjung baru dijamin bakalan kebingungan, dalam hal tersebut sangat direkomendasikan untuk bertanya pada warga sekitar, tentang letak jalur masuk Dusun Engkangin / Dusun Jamu.
Air terjun terkenal di indonesia memang bertaburan hingga ke pelosok negeri,terkecuali riam terinting ini yg mungkin bersemayam indah dalam hutan hujan kalbar.
Suasana di Dusun Engkangin.
Sumber: Dokumen Pribadi
Jika belum terjadi perubahan, jalur untuk masuk Dusun engkangin atau Jamu akan menyambut pengunjung dengan Jalur Semen Cor selebar 1 Meteran ( Hanya muat untuk 1 – 2 Motor ).
NB: Ketika disambut dengan jembatan gantung, langsung saja melintasi jembatan tersebut tanpa ragu, karena akan sangat berbahaya jika pengendara ragu-ragu dalam mengemudikan kendaraan di atas jembatan gantung tersebut. Setelah selesai melewati jembatan gantung, arah kiri merupakan jalur menuju Dusun Jamu, sedangkan pada arah kanan merupakan jalur untuk menuju Dusun Engkangin.
Setelah sampai di Dusun Engkangin atau Jamu, lebih disarankan untuk segera lapor langsung perihal kedatangan kepada Kepala Dusun setempat untuk di data lebih lanjut.

Untuk perihal biaya Guide, penginapan dan lain-lainya, biasanya warga desa akan menawarkan Jasa nya langsung kepada  pengunjung, dengan tarif jasa yang bervariasi, kisaran harga dari Rp 35.000 – 50.000 per orang, perihal harga masih dapat di negosiasi.

Jika pengunjung mendapatkan kendala dalam perjalanan menuju dusun Engkangin atau Jamu, lalu mengakibatkan pengunjung sampai ke dusun tersebut pada sore atau malam hari, pengunjung lebih baik menginap terlebih dahulu, lalu dilanjutkan pendakian pada subuh esok harinya, hal tersebut dikarenakan medan, akses yang lumayan berbahaya jika dilalui pada waktu gelap.
Air terjun terkenal di indonesia memang bertaburan hingga ke pelosok negeri,terkecuali riam terinting ini yg mungkin bersemayam indah dalam hutan hujan kalbar.
Sekilas Pandang Medan Bukit Terinting.
Sumber: Dokumen Pribadi
Warga dusun setempat akan menyambut dengan baik, jika pengunjung memang sangat memerlukan untuk menginap.
Jadi jangan terlalu dikhawatirkan dengan perihal penginapan, terutama bagi pengunjung yang masih asing dalam mengunjungi dusun engkangin dan jamu.

Jika penasaran? Saksikan dokumentasi video informasi menuju Air Terinting di bawah ini:

...
Untuk perihal HTM atau tiket?
Menurut pengalaman dan informasi yang didapat, pengunjung tidak akan dipungut biaya sepeserpun terkait dengan hal tersebut, yang lebih ditekankan hanya pembayaran jasa pengantar / Tour Guide.

Karena perjalanan untuk mendaki lokasi bukit air terjun terinting dapat  memakan waktu 5 – 7 Jam perjalanan ( dengan berjalan kaki ), maka disarankan pengunjung untuk menyiapkan perbekalan konsumsi selama berada di Rest Point (istirahat), karena untuk menyelesaikan pendakian tersebut, pengunjung harus benar-benar mengeluarkan tenaga ekstra, sehingga asupan nutrisi tubuh sangat penting untuk diprioritaskan.
Air terjun terkenal di indonesia memang bertaburan hingga ke pelosok negeri,terkecuali riam terinting ini yg mungkin bersemayam indah dalam hutan hujan kalbar.
Awas Jurang.
Sumber: Dokumen Pribadi
NB: Jangan sampai kehabisan stock makan dan minum.
Objek apa saja yang bisa pengunjung temukan selama melakukan perjalanan?
Walaupun memang sangat jauh perjalanan yang akan di arungi, pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan eksotis hutan hujan Kalimantan Barat, belum lagi pengunjung akan sedikit kaget melihat beberapa tumbuhan Keladi raksasa yang sangat mengaggumkan ketika pengunjung  melintasinya.
Air terjun terkenal di indonesia memang bertaburan hingga ke pelosok negeri,terkecuali riam terinting ini yg mungkin bersemayam indah dalam hutan hujan kalbar.
Tumbuhan Keladi Raksasa.
Sumber: Dokumen Pribadi
5 – 6 Aliran sungai akan menjadi rintangan asyik tersendiri untuk dijajal, sungguh momen pertualangan yang sangat sayang untuk dilewatkan.
Baca Juga: Kisah Pertualangan Kami Menerobos Alam Liar Borneo Menuju Air Terjun Terinting
Jika pengunjung sudah sampai di kumpulan Pondok para pekerja Hutan (tepatnya dibawah kaki bukit air terjun terinting), rintangan sesungguhnya akan tampak dengan pemandangan Tanah kuning menanjak hingga sudut kemiringan yang sangat mengaggumkan.

Lebih disarankan pengunjung menggunakan tali/akar sebagai pegangan pendakian, demi meminimalisir kecelakaan ketika mendaki, karena tepian perjalanan lebih didominasi jurang dari pada jalur yang rata.
Lebih dari 2 Jam pendakian untuk menyelesaikan medan terjal tersebut, hingga pengunjung benar-benar sampai di spot perkemahan air terjun terinting, tepatnya di tingkat 4.
Baca Juga: Air Terjun Kalbar Tertinggi di Indonesia Yg Belum Terekspos
Jika pengunjung telah sampai di spot perkemahan tersebut, lebih disarankan untuk segera langsung menyiapkan persediaan air untuk memasak dan lain-lain, jangan tunggu hingga gelap tiba disekitar bukit, karena sudut perkemahan tersebut memang terletak tidak jauh dari landainya jurang yang memiliki ketinggian 500 – 600 MDPL. Tentunya hal tersebut sangat berbahaya bagi keselamatan pengunjung jika memang terpaksa untuk mengambil persediaan air pada malam hari.

Pada tingkat 4 ini, pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan luas hutan hujan borneo tepat di atas awan, sehingga sangat tak heran banyak pengunjung yang sangat antusias memburu foto / video ketika pagi hari menyongsong.
Bagaimana bagi pengunjung yang ingin mengambil dokumentasi penampakan air terjun?
Dalam hal ini, pengunjung harus melakukan penurunan bukit melalui jalur yang lain, lebih disarankan untuk melakukan diskusi terlebih dahulu terhadap Guide yang dibawa, tentang bagaimana baiknya untuk mengunjungi lokasi bawah air terjun tersebut.

Karena pada saat musim penghujan, jalur yang dilalui beresiko berbahaya bagi pengunjung, belum lagi bagi pendaki yang masih pemula, tentu menjadi pertimbangan matang untuk melalui jalur tersebut.

Walaupun memang terbilang sulit dan penuh akan tantangan untuk mengunjungi wisata alam air terjun Terinting, pengunjung akan sangat puas jika mampu menyelesaikan sampai pulang, karena akan banyak pelajaran, momen, dan kenangan yang tak terlupakan untuk hari esok yang lebih baik.
Air terjun terkenal di indonesia memang bertaburan hingga ke pelosok negeri,terkecuali riam terinting ini yg mungkin bersemayam indah dalam hutan hujan kalbar.
Ketika Pagi Menyapa
Sumber: Dokumen Pribadi
Oleh sebab itu, ayo ajak teman atau kelompok kalian untuk melakukan pertualangan seru tersebut, dan akan lebih dramatis lagi jika pendakian dilakukan pada musim penghujan. ☺

Baiklah, demikian artikel kali ini yang mengulas tentang perjalanan, penelusuran, dan informasi mengenai Air Terjun Terinting, Kec Air Besar, Kab Landak, Kalimantan Barat.

Semoga artikel ini dapat memberikan gambaran informasi bagi kalian yang benar-benar tertarik pada wisata alam kalbar yang satu ini. Kurang dan lebihnya dalam artikel ini, kiranya mohon dimaafkan.
Satu lagi, Jangan Lupa Bahagia.
Salam Travediser

5 Destinasi Jakarta yang Menjadi Daya Tarik Para Pendatang

5 Destinasi Jakarta yang Menjadi Daya Tarik Para Pendatang
Bukan rahasia lagi jika Jakarta merupakan kota metropolitan maupun pusat bisnis. Selain itu, Jakarta juga terkenal dengan hotel-hotel nya yang mewah dan megah, seperti halnya Grand Sahid Jaya Jakarta dan sebagainya. Hotel-hotel berbintang juga bisa kamu booking di Traveloka.com.

Memang pada dasarnya Jakarta tidak lepas dari sebutan kota sibuk, dalam artian orang-orang yang datang ke Jakarta kebanyakan untuk urusan bisnis, kerja, dan lain sebagainya. Namun, kamu juga akan menjumpai beberapa destinasi menarik di sini. 

Kamu bisa refreshing setelah melakukan aktivitas seharian. Berikut destinasi di Jakarta yang juga Menjadi daya tarik.

1. MONAS (Monumen Nasional)
Ini dia ikon Jakarta. Nggak sah rasanya jika kamu datang ke Jakarta tanpa mengunjungi destinasi yang satu ini. Jangan heran kalau setiap akhir pekan, destinasi yang satu ini dipadati oleh masyarakat dan pendatang Kota Jakarta. Biasanya, di akhir pekan juga berjejer pedagang kaki lima yang menjual makanan, minuman, dan jajanan kuliner nusantara lainnya yang menambah suasana ramai di sekitar Monas.
Perkembangan pariwisata indonesia sangat pesat sekali,tak terkecuali Kota Jakarta,hal tersebut membuat potensi wisata nusantara semakin dilirik oleh dunia luar
Monumen Jakarta.
Sumber: hargatiketmasuk.com
Di dalam monumen tersebut terdapat museum. Museum ini menyimpan berbagai sejarah nasional Indonesia. Kamu bisa mengenal sejarah nasional Indonesia dengan mengunjunginya. Memang pada dasarnya, dibangunnya Monas untuk mengenang kemerdekaan Indonesia atas jajahan Belanda. Bahkan, museum ini dapat menampung sekitar 500 pengunjung. Sehingga tak heran sejarah Monas dalam mengenang jasa para Pahlawan memiliki nilai sama dengan Peristiwa Mandor Berdarah Kalbar.

Selain itu, Monas juga cukup dekat dengan Masjid Istiqlal dan Gereja Katredal, dimana keduanya merupakan tempat peribadatan yang cukup populer.

2. Dufan (Dunia Fantasi)
Dufan merupakan salah satu objek wisata favorit bagi kalangan wisatawan, terutama kalangan anak-anak dan remaja. Di sini kamu akan menjumpai berbagai macam wahana yang memacu adrenalin kamu. Tak hanya itu, ada pun wahana air, kolam renang, dan lainnya.
Perkembangan pariwisata indonesia sangat pesat sekali,tak terkecuali Kota Jakarta,hal tersebut membuat potensi wisata nusantara semakin dilirik oleh dunia luar
Dunia Fantasi.
Sumber: harga.web.id
Selain wahana bermain, terdapat pula spot menarik untuk berfoto. Spot-spot tersebut memiliki berbagai macam background dari beberapa belahan dunia, seperti eropa, afrika, dan lain sebagainya. Adapun soal makanan kamu tidak perlu khawatir, di sini kamu juga bisa menikmati berbagai hidangan. Kamu akan menjumpai tempat makan yang menghidangkan berbagai macam menu. 

3. Pasar Seni
Buat yang suka seni, Pasar Seni Jakarta merupakan destinasi yang wajib untuk dikunjungi. Kamu akan menjumpai berbagai kerajinan di sana. Tak hanya itu, kamu juga bisa membeli cinderamata, menonton pertunjukan seni, dan lain sebagainya.
Perkembangan pariwisata indonesia sangat pesat sekali,tak terkecuali Kota Jakarta,hal tersebut membuat potensi wisata nusantara semakin dilirik oleh dunia luar
Pasar Seni.
Sumber: wisatajakarta.net
Pasar seni ini bahkan didatangi oleh kolektor-kolektor seni yang cukup terkenal. Nggak sedikit wisatawan yang tertarik untuk mengunjungi pasarseni ini. Dari kalangan menengah hingga kalangan atas juga tertarik dengan kesenian yang ada di sini.

4. Sky Rink
Meski Kota Ini merupakan kota tropis, namun kamu bisa menjumpai permainan ice skating. Jika kamu mengunjungi Mall Taman Anggrek Jakarta, kamu bisa menemukan Sky Rink. Sky Rink merupakan tempat bermain ice skating. Kamu bisa puasbermain di sini bersama teman maupun keluarga.
Perkembangan pariwisata indonesia sangat pesat sekali,tak terkecuali Kota Jakarta,hal tersebut membuat potensi wisata nusantara semakin dilirik oleh dunia luar
Sky Rink
Sumber: skyrinkjakarta.com
Keseruan bermain ice skating menjadikannya salah satu hiburan yang memiliki daya magnet yang cukup kuat. Kamu tak perlu jauh-jauh keluar negeri, bukan? hanya untuk sekedar bermain ice skating. Jadi, tunggu apa lagi?

5. KepulauanSeribu
Nah, destinasi yang satu ini berbeda dengan destinasi sebelumnya. Kepulauan seribu merupakan objek wisata alam yang sangat indah. Pesona keindahannya menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan.Objek wisata ini sangat cocok untuk liburan bersama keluaraga maupun bulan madu bersama pasangan.

Wisata bahari yang satu ini memang menjadi salah satu objek wisata favorit dan wajib untuk dikunjungi. Tak jauh dari pusat kota, kepulauan seribu sangat mudah untuk dicapai. Kamu bisa menyeberang lautan dengan menyewa kapal. Nggak akan rugi jika kamu berkunjung ke kepulauan seribu karena keindahannya yang sukar untuk ditolak.
Perkembangan pariwisata indonesia sangat pesat sekali,tak terkecuali Kota Jakarta,hal tersebut membuat potensi wisata nusantara semakin dilirik oleh dunia luar
Kepulauan Seribu.
Sumber: travelpulauseribu.co.id
Masih banyak destinasi-destinasi di Jakarta yang bisa kamu nikmati keseruan dan keindahannya. Jangan heran kalau setiap tahunnya pengunjung Kota Jakarta tak pernah surut bahkan semakin bertambah. Rencanakan liburanmu darisekarang! Jangan lupa nge-list destinasi yang akan kamu kunjungi, salah satu dari sekian banyak Pulau yang ada di Indonesia, wajib juga mengunjungi Pulau Kabung yang di kenal sebagai Wisata Bahari Kalbar 

Demikian artikel kali ini yang membahas tentang 5 Destinasi Jakarta yang Menjadi Daya Tarik Para Pendatang, semoga bermanfaat dalam menambah referensi list liburan kalian.

Terima kasih, sampai jumpa di artikel berikutnya.

Kesaksian Juru Kunci Makam Terhadap Sejarah Mandor Berdarah

Kesaksian Juru Kunci Makam Terhadap Sejarah Mandor Berdarah
Tragedi Mandor Berdarah  - Tidak cukup sekedar anda kenang, tetapi ku harap teruskan semangat juangmu, untuk memerangi segala bentuk penjajahan.

Tak semua orang tahu asal-muasal mengenai kalimat bijak di atas dan tak semua orang dapat memaknai dengan baik dalam arti tersebut.

Termasuk Penulis sendiri, yang pada awalnya acuh tak acuh dengan kalimat super bijak tersebut, Padahal kalimat tersebut merupakan kalimat motivasi yang terukir bangga di bawah Monumen Makam Juang Mandor, Kab Landak, Provinsi Kalimantan Barat.

Makam Juang merupakan Saksi dari rentetan Tragedi Mandor berdarah yang mewakili serangkaian peristiwa keji dan tak manusiawi yang pernah di lakukan oleh pasukan jepang selama menjajah Indonesia terhadap seluruh rakyat tanpa terkecuali, khususnya Kalimantan Barat.

Oleh sebab itu, kejadian ini terkenal dengan sebutan Peristiwa Mandor yang pernah terjadi pada tanggal 28 Juni 1944.

Informasi rentetan Peristiwa dan Tragedi Mandor memang sudah tersebar luas di setiap Media, baik itu media Online atau pun Offline / nyata, pada awalnya saya selaku Penulis sangat senang dan termotivasi sekali untuk membaca dan menggali informasi mengenai rekam jejak Peristiwa Mandor tersebut.
Menilik sejarah misteri makam juang mandor langsung dari penuturan ahli kunci,berikut latar belakang peristiwa mandor berdarah,perang pembunuhan massal
Suasana berkumpul bersama Pak Uca Suherman.
Dokumen Pribadi
Tetapi dikarenakan masih sedikit informasi yang Saya temukan melalui bacaan tersebut, alhasil membuat saya tertarik untuk mengunjungi langsung Makam Juang Mandor, berharap menemukan informasi dari  rentetan sejarah Mandor dengan sedetail mungkin, sekaligus melestarikan nilai sejarah Makam Juang Mandor, yang dari waktu ke waktu semakin dilupakan oleh generasi muda karena sifat Euphoria yang kekinian.

Minggu 16 Oktober 2016 merupakan hari dimana saya dan teman-teman yang tergabung dalam Komunitas Travedisi ( Traveling dan Ekspedisi ), sepakat mengunjungi Makam Juang Mandor dengan beberapa Agenda yang telah kami siapkan sebelum keberangkatan.

Kami terdiri dari 22 Anggota, dengan beberapa golongan, Suku, dan Agama, bersatu padu memburu Jejak-jejak penting Makam Juang Mandor yang telah menjadi Saksi atas peristiwa Berdarah Mandor 1942 – 1945, yang kiranya sangat penting untuk dilestarikan kembali sebagai pengingat kita kepadaJjasa para pejuang Kalbar yang terkubur tragis atas perlakuan semena-mena dan tidak beprikemanusiaan Penjajah Jepang kala itu.
Menilik sejarah misteri makam juang mandor langsung dari penuturan ahli kunci,berikut latar belakang peristiwa mandor berdarah,perang pembunuhan massal
Monumen Makam Juang Mandor.
Dokumen Pribadi
Sekitar pukul tujuh pagi, kami melakukan perjalanan dari Kota Pontianak menuju Kecamatan Mandor yang memakan waktu tempuh sekitar kurang lebih tiga jam, menjadi sebagian penting dalam penelusuran ini, tak peduli sudah berapa kali kami mengalami kendala transportasi yang bermasalah, seperti mengalami kebocoran ban dan lain-lain, kami tetap menguatkan tujuan untuk menggali kembali nilai sejarah tinggi yang akan kami kunjungi pada saat itu, Yaitu Makam Juang Mandor.

Tepat pada pukul sepuluh dimana matahari sedang cerah-cerahnya pada saat itu menjadi bumbu tantangan ketika kaki kami menginjakkan untuk pertama kalinya di selasar aspal yang terhampar sunyi di depan Megahnya Monumen Makam Juang Mandor.
Menilik sejarah misteri makam juang mandor langsung dari penuturan ahli kunci,berikut latar belakang peristiwa mandor berdarah,perang pembunuhan massal
Halaman Sekitar Komplek Makam.
Dokumen Pribadi
Walaupun sebenarnya saya selaku penulis sudah dua kali menginjakkan kaki di Komplek Makam Juang Mandor, namun untuk kali ini kisah nya sedikit berbeda dan benar-benar memberikan siraman motivasi yang sungguh berarti bagi kami para Anak Muda yang hampir melupakan akan Jasa Para Pahlawan yang sebagaimana telah mempertaruhkan jiwa dan Raga untuk Negeri Indonesia Tercinta.

Sontak kedatangan kami memberikan keriuhan sementara bagi suasana komplek yang berada di depan Monumen, yang mungkin saja para mendiang pada saat itu merindukan suasana kunjungan yang demikian semangatnya.

Terlihat dengan jelas, beberapa kali dari kami mendokumentasikan dengan gadget dalam genggaman pada saat itu, sembari bertanya ini apa dan itu apa? Sejarahnya seperti apa?

Pertanyaan seperti itu hanya bisa saya jelaskan secara dasar dan mungkin kurang menarik bagi mereka yang benar ingin tahu, karena penjelasan bukan langsung dari orang terkait yang pernah berjasa akan berdirinya Monumen megah ini.

Sungguh menjadi kesenangan dan kebanggaan tersendiri melihat antusiasme anggota dalam menilik setiap hal yang ditemukan disekitar komplek Monumen, selang beberapa saat kami pun langsung bergegas mengunjungi salah satu rumah warga disudut sebelah kiri Monumen, yang pada saat itu mencakup sebagai kantin.

Namun sebenarnya, rumah tersebut bukanlah rumah warga biasa, atau kantin biasa. Melainkan rumah kediaman tersebut merupakan tempat tinggal Bapak pemegang Kunci Makam Juang Mandor yang bernama Uca Suherman.
Menilik sejarah misteri makam juang mandor langsung dari penuturan ahli kunci,berikut latar belakang peristiwa mandor berdarah,perang pembunuhan massal
Pak Uca Ketika Menyampaikan Pesan.
Dokumen Pribadi
Lantas kami pun mulai mengambil posisi masing-masing didekat meja kantin, seraya saya selaku pengurus komunitas yang bertanggung jawab terhadap anggota, langsung menanyakan perihal keberadaaan Pemegang Kunci Makam, dengan maksud meminta sedikit waktu senggangnya untuk memberikan kami informasi dan pengetahuan mendalam tentang sejarah mengenai Peristiwa Mandor tersebut.

Alhasil, Pak Uca dengan semangat menyutujui permintaan kami tersebut, dengan demikian kami pun langsung bergegas mendekati Pak Uca untuk memberikan salam dan penghormatan, selayaknya orang yang dituakan pada saat itu.

Penyampaian informasi yang diberikan Pak Uca, didahulukan dengan obrolan ringan dan candaan, dimana saya selaku perwakilan komunitas Travedisi memperkenalkan secara umum terkait tujuan dan maksud kedatangan kami di Makam Juang Mandor ini.

Pak Uca sangat mengapresiasi kedatangan kami, dan berharap kegiatan ini dapat dilakukan terus menerus demi mengingat dan melestarikan Sejarah Peritiwa Mandor Berdarah.

Kami yang tergabung dalam dua puluh dua anggota, sudah tak sabar dengan penuturan langsung dari Pak Uca, yang mana telah diketahui sebelumnya, bahwa Pak Uca merupakan pewaris dari Sang Ahli Kunci yang sangat berjasa dalam perjuangan pembangunan Monumen ini, yaitu Almarhum Abdul Samad Ahmad, yang telah meninggal pada hari Jum’at, 19 September 2014 silam.
Menilik sejarah misteri makam juang mandor langsung dari penuturan ahli kunci,berikut latar belakang peristiwa mandor berdarah,perang pembunuhan massal
Dokumen Pribadi
Separuh melingkar posisi duduk kami menatap langsung ke arah Pak Uca yang sedari tadi terlihat siap untuk segera memberikan salam kepada kami semua. 

Dengan tegap beliau berdiri, sesekali menatap ke arah monumen yang terdapat patung Burung Garuda diatasnya, dengan sedikit menghela nafas dan mata terpejam sesaat, beliau memberikan selayang pandang terhadap Sejarah Peristiwa yang memakan korban hingga 21.037 Jiwa.

Kami pun menanggapi dengan tak bersuara sedikit pun agar dapat mendengar dan meresapi mengenai apa yang Beliau sampaikan pada saat itu, saking senyapnya? semilir angin pun terdengar peka sekali di telinga kami, sehingga menambah syahdu dalam suasana perkumpulan.

Sebelum melanjutkan bacaan ini, ada baiknya Anda membaca terlebih dahulu selayang pandang mengenai apa itu Makam Juang Mandor dan Sejarahnya, pada judul artikel: Latar Belakang Peristiwa Mandor Berdarah yg Mengerikan.

Kembali terhadap kisah penuturan langsung dari Pak Uca sebagai Narasumber, berikut catatannya berdasarkan rekaman audio dan video yang telah kami ambil pada tanggal 16 Oktober 2016.

Apakah sebelum kita kumpul bersama seperti ini, kalian sudah mengunjungi monumen? Tanya Pak Uca kepada kami.

Kami serempak mengatakan belum, lalu kembali mendengarkan penjelasan beliau.

Baiklah… Tidak cukup sekedar anda kenang, tapi kuharap teruskan semangat juang mu, untuk memerangi segala bentuk penjajahan. Itu merupakan kalimat yang tertulis di atas Batu yang terletak di bawah Monumen, nanti kalian bakalan melihatnya sendiri. Jelas Pak Uca kepada kami.

Kami pun dengan serentak mengangguk kepala dengan semangat, setelah mendengar kalimat yang penuh makna tersebut.
Menilik sejarah misteri makam juang mandor langsung dari penuturan ahli kunci,berikut latar belakang peristiwa mandor berdarah,perang pembunuhan massal
Kalimat Bijak di Bawah Monumen.
Dokumen Pribadi
Karena kehancuran Negara, kehancuran bangsa, kehancuran diri sendiri, itu semuanya dari penjajah, kita semua harus memahami apa penjajah itu dan seperti apa penjajah itu?, bagaimana cara-caranya penjajah itu? Semuanya ada di sini, yaitu Makam Juang Mandor

Sebelum Bapak menjelaskan lebih dalam mengenai kronologi peristiwa dan latar belakang terbentuknya monumen ini, izinkan Bapak untuk memberikan nasehat kepada kita semua yang berada disini, agar semakin memperkokoh rasa Nasionalisme kita terhadap Bangsa, setuju !

Kami pun dengan lantang kembali mengucapkan Kata Setuju !

Apapun agama kita pada saat ini, janganlah dijadikan persoalan, karena kita punya Dasar Negara, yaitu Pancasila, kita punya Bhinneka Tunggal Ika, yang mempunyai Falsafah Negara kesatuan untuk menuju yang satu, yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa, Agama itu untuk memperkokoh keimanan kita kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Tuhan tidak ada yang lain, melainkan hanya Satu.

Maka dari itu Bung Karno membentuk Dasar Negara Pancasila, dengan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Falsafah Negara yang bermakna baik, yaitu: Berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan.

Hei ! Kita sebagai generasi penerus bangsa, Ayo bangkit ! Sudah jelas di Pancasila pada sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, siapa yang maha esa itu? Apakah itu Pastor, kyai, ustadz, pendeta? Tentu semua sepakat mengatakan Tuhan !
Kalau begitu mengapa kita harus memblok-blok dan membeda-bedakan, hanya sebatas untuk perjalanan menuju Tuhan Yang Maha Kuasa?
Kami terdiam mendengar semua itu, karena memang kondisi kerukunan antar umat beragama menjadi pilar penting untuk menuju Bangsa Negara yang besar dan maju.

Mari kita kembalikan rasa kebersamaan dan kerukunan ini, sebagai Amanat pendiri Bangsa, lihat saja sekarang? Dasar Negara dan UUD  sedikit banyak sudah mulai dilecehkan, akibatnya isi Negara menjadi seperti ini, sesama rakyat Indonesia saling tikam, saling menjatuhkan, dan parahnya menjajah satu dengan yang lain untuk perihal berkuasa.
Apakah itu yang di cita-citakan oleh para Pendiri Bangsa ini dulunya, Tentu Tidak ! Lanjut Pak Uca
Coba lihat di atas, ada berapa matahari? Matahari siapa itu? Untuk siapa itu? Apakah ada tertulis itu Matahari Islam, besoknya lagi matahari Protestan? besoknya lagi matahari Katolik? besoknya lagi Hindu? besoknya Buddha? Apakah ada seperti itu? Tentu bukan !
Kalau tidak ada? Mengapa kita harus ribut terhadap sesama manusia? Terlebih sesama Warga Indonesia!
Sudah jelas Matahari dan bulan yang di Ciptakan Tuhan Yang Maha Kuasa, adalah Untuk kita semua Makhluk Hidup di Bumi ini.

****

Semua kesalahpahaman yang terus terjadi di Negeri ini, mengapa harus diselesaikan dengan nafsu dan emosi yang tidak terkendalikan? kita semuanya harus menjaga, memelihara, dan harus menghormati, semua yang menjadi maksud tujuan Bhinneka Tunggal Ika, itulah maksud dan tujuan dasar Negara kita, Pancasila !

Syuhada yang berkorban dan terkubur di sini, mereka memiliki jiwa dan kekuatan untuk mengorbankan lahir batin , darah dan air mata demi mempertahankan harkat martabat Bangsa Ini dari Penjajah Jepang kala itu.
Menilik sejarah misteri makam juang mandor langsung dari penuturan ahli kunci,berikut latar belakang peristiwa mandor berdarah,perang pembunuhan massal
Relief Monumen Makam Juang Mandor.
Dokumen Pribadi
Sedangkan, masih banyak dari kita generasi-generasi penerus bangsa yang mengisi kemerdekaan atau memeriahkan makna Hari Kemerdekaan dengan hura-hura, mabuk-mabukan, menggunakan narkoba dan kesenangan yang tak bermanfaat lainnya.
Bagaimana bisa, generasi muda dengan mental yang seperti itu dapat melanjutkan Negara ini ? Bagaimana mau menjaga keutuhan bangsa ini?
Kalian generasi muda, penerus yang di harapkan dan di amanatkan?, siapa lagi kalau bukan kalian generasi muda yang melanjutkan tujuan besar Negara ini? Siapa tahu kalian disini ada yang jadi Menteri, Gubernur, atau Presiden?

****

Pada tahun 1942, telah berlangsung Perang Dunia ke 2, perihal ini disampaikan secara berulang-ulang kepada orang yang sama atau tidak, wisatawan, dan pengunjung, agar berguna baik bagi kita sebagai Warga Negara Indonesia, untuk mengisi mental kita, jangan merasa lebih rendah dari bangsa yang lain, karena di Indonesia kita memiliki semuanya, hanya saja masih terhambat dengan beberapa kejahatan terselubung di Negeri ini.

Pada Tahun tersebutlah, Jepang sudah menguasai seluruh daratan Indonesia, seluruh Nusantara dan sebagian Negara Asia timur dan tenggara, yang mana dalam penguasaan beberapa Negara Dunia terbagi antara Rezim Jepang dan Jerman, Jerman menguasai beberapa Daratan Eropa dan Asia berada di tangan jepang pada saat itu.
Kenapa? Mengapa perihal penjajahan pada perang dunia ke dua dapat terjadi begitu saja tanpa memperhatikan kesengsaraan makhluk tak bersalah yang diakibatkannya? 
Karena semuanya itu hanya ambisi dunia semata, kalau bukan dunia semata? Apa yang mereka cari dari penjajahan itu?

Khususnya Kalbar, di duduki oleh Tentara pasukan Jepang yang kejam dan biadab dari biasanya, yaitu terdiri pasukan angkatan laut yang mempunyai keunikan, yaitu mempunyai ikat lambang di Kepala "Cap Jangkar" yang terkenal ganas.
Menilik sejarah misteri makam juang mandor langsung dari penuturan ahli kunci,berikut latar belakang peristiwa mandor berdarah,perang pembunuhan massal
Suasana Ziarah Makam.
Dokumen Pribadi
Sedikit berbeda dari pada angkatan darat Jepang, yang lebih dominan menguasai Pulau Jawa dan dapat dikatakan cukup baik dari pada Angkatan Laut yang menguasai Kalbar.

Paling jauh hanya pemerkosaan dan pembunuhan yang beralasan oleh angkatan darat pasukan Jepang lakukan, berbeda dengan Angkatan laut yang menjajah Kalbar kala itu, memberikan kengerian dan kebrutalan yang begitu sadis, yaitu seperti pembunuhan masal, perampokan, penjarahan, pemerkosaan, penculikan dan penghancuran generasi pintar secara merata, sehingga Kalbar benar-benar kehilangan kaum cendikiawan pada saat itu.

Karena personil angkatan laut Jepang pada saat itu, bukan hanya dari pasukan Jepang, tetapi direkrut para tentara Korea dan China yang secara paksa untuk mengikuti perang dunia, sebagai pasukan, disinilah kalbar mendapatkan bencana atas kedatangan jepang.

Perlu kita ketahui, bahwa Penjajah ada dimana-mana, sekarang juga ada, didekat kita juga ada, bahkan dalam diri kita masing-masing, tanpa kita sadari.
Kiranya penjajah apa yang ada di dalam diri kita? 
Penjajah tersebut adalah Hawa nafsu ! 

Manusia akan berbahaya jika tidak bisa melawan hawa nafsu pribadi yang bisa merugikan orang sekitar.

Karena atas dasar hawa nafsu seperti itulah, mengapa perangai jahat Manusia selalu saja ingin menguasai, ingin memiliki ini, memiliki itu, mendapatkan itu, berkuasa atas segalanya, sehingga tak heran jika perang dunia dapat terjadi. Kalau bukan di dasari dari hawa nafsu?

Karena tak mungkin mereka para Penjajah ingin menjajah dan menindas, Jika bukan menuruti Hawa Nafsu tersebut ! Apa yang ingin dicari dan didapatkan di Kalbar? 
Mengapa mereka melakukan pemerkosaan, menjarah, menguasai tanah, dan lingkungan ini?
Secara naluri kemanusiaan hal tersebut sangat tidak manusiawi dan sangat berlawanan dengan aturan-aturan kehidupan dalam manusia, makanya dalam pancasila tercetus pada sila kedua, yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab.
Menilik sejarah misteri makam juang mandor langsung dari penuturan ahli kunci,berikut latar belakang peristiwa mandor berdarah,perang pembunuhan massal
Bangunan Makam Urutan 1.
Dokumen Pribadi
Dari kejadian mencekam yang pernah terjadi di Kalbar dan sangat memprihatinkan, belum terbentuk Republik Indonesia pada tahun 1942, yang ada hanyalah bagian-bagian kerajaan dari seluruh Nusantara, khususnya kalbar memiliki kurang lebih 12 Kerajaan.

Pada saat itulah raja-raja yang mempunyai tanggung jawab dan hukumnya dengan wilayah, para Raja juga merasa tak bisa menerima kedatangan dan keberadaan Pasukan Jepang, tapi  dikarenakan intelektual yang terbatas para raja, hal tersebut dikarenakan sangat langka menemukan raja yang memiliki gelar akademis kala itu.

Tapi ada salah satu tokoh cendikiawan yang mempunyai daya intelektual yang tinggi di antara Para Raja saat itu, yaitu Dr Rubini, yang sekarang namanya dijadikan sebagai nama rumah sakit di Kab Mempawah.

Dr Rubini berasal dari Jawa Tengah, sesuai dengan gelar awal dari nama Rubini, merupakan seorang Dokter yang sangat berpengaruh di Kalbar pada zaman itu.

Kebrutalan pasukan Jepang terhadap rakyat Kalbar yang semakin hari semakin brutal membuat Dr Rubini berinisiatif untuk melakukan perlawanan dengan mengumpulkan para tokoh masyarakat, Raja-raja, dan Panglima perang Dayak pada saat itu.
Lalu semuanya dihimpun dan dikumpulkan di suatu tempat yang sangat rahasia yang ada di Pontianak.

Tujuan dari rapat tertutup tersebut, tak lain dan tak bukan adalah membahas tentang keberadaan tentara Jepang di Kalbar yang benar-benar keji dan biadab terhadap rakyat. 

Didalam hasil rapat rahasia tersebut, telah diambil beberapa keputusan yang telah disepakati bersama, yaitu para raja, panglima, dan tokoh masyarakat telah siap sedia untuk menumpas, melawan dan mengusir Jepang dengan segala kekuatan yang ada.

Namun sangat disayangkan, bahwa terdapat pengkhianat yang sedari awal ingin membocorkan informasi keputusan perlawanan tersebut terhadap Jepang, lalu informasi tersebut di jual kepada Penjajah Jepang dengan beberapa imbalan sebagai pemuas individu semata.
Menilik sejarah misteri makam juang mandor langsung dari penuturan ahli kunci,berikut latar belakang peristiwa mandor berdarah,perang pembunuhan massal
Relief sebelah kiri Monumen.
Dokumen Pribadi
Sehingga dengan diketahuinya informasi tersebut, membuat seluruh Pasukan Jepang yang di Kalimantan Barat semakin beringas, keji dan benar-benar tak beradab, hal tersebut dikarenakan kekuatiran pasukan jepang atas siasat dan startegi pemberontakan besar-besaran yang dikepalai Dr Rubini tersebut.

Karena sejatinya dalam situasi perang hanya terdapat 2 kesimpulan yaitu, membunuh atau di bunuh, hal seperti itulah yang menjadi perkiraan Jepang terhadap bocornya kesimpulan rapat tersebut, demi mengantisipasi akan rencana gerilya tersebut, Jepang mendahului untuk segera melakukan eksekusi dengan secepat-cepatnya, dengan target utama para Raja-raja, tokoh agama, tokoh cendikiawan, dan tokoh ekonomi, karena Jepang menganggap, jika pemimpin-pemimpin tersebut sudah diilumpuhkan, maka otomatis rakyat yang dikategorikan bawahan dapat dengan mudah untuk diselesaikan atau dikuasai.

Akhirnya dengan keputusan bulat dari tentara jepang tersebut, mulailah dari sekitar tahun 1942 – 1945, secara bertahap melakukan eksekusi terhadap raja-raja yang ada di Kalbar, dengan cara menjemput dari rumah kerumah dan dari keraton ke keraton, lalu dibumbui dengan siasat cerdik, yaitu menipu untuk segera disekolahkan ke Jepang, bagi Raja atau cendikiawan yang tak percaya akal bulus tersebut pun, tetap akan dilakukan penjemputan paksa oleh pihak jepang.

Ternyata keraguan tersebut benar-benar terjadi, bukannya di kirim untuk di Sekolahkan ke Jepang, melainkan Para Raja dan Tokoh Cendikiawan tersebut di eksekusi secara brutal di tengah hutan yang sekarang disebut Mandor, yang pada saat itu memang sulit menemukan daerah Mandor, karena memang masih Hutan belantara.

Para Raja tersebut, sebelum mengalami penyiksaan, para Raja diperintahkan secara tak manusiawi untuk menggali lobang secara gotong royong, setelah itu para Raja di kumpulkan di suatu lapangan terbuka, yang dketahui sebagai ritual agama sinto, lalu para Raja dipaksa untuk menyembah Matahari sebagaimana ritual pemeluk Agama Sinto, terdapat beberapa yang menolak, maka akan menjadi bulan-bulanan oleh pasukan Jepang, siksaan demi siksaan telah menjadi hal yang biasa pada saat itu, mungkin sudah menjadi agenda hiburan bagi para pasukan Jepang kala itu.
Menilik sejarah misteri makam juang mandor langsung dari penuturan ahli kunci,berikut latar belakang peristiwa mandor berdarah,perang pembunuhan massal
Lokasi Tempat Sembahyang Agama Sinto, zaman penjajahan Jepang.
Dokumen Pribadi
Setelah puas disiksa dan dipermainkan layaknya binatang, para Raja dan beberapa rakyat di giring lagi ke lobang-lobang yang sebelumnya sudah tersedia, lalu mereka dibantai secara sadis, dengan perlahan-lahan, beringas, lalu diakhiri dengan sabetan pedang Samurai atau penembakan secara brutal.

Lalu mayat tersebut di biarkan dengan kondisi bertumpuk layaknya bangkai hewan, eksekusi tersebut tetap berlangsung, dan begitu seterusnya, hingga ke lubang-lubang berikutnya dengan total jumlah korban mencapai 21.037 Jiwa.

****

Untuk Kronologi pembangunan makam, diketahui dalam kurun waktu 3 tahun 1942 – 1945, Indonesia sangat di untungkan dengan aksi pemboman Hiroshima dan Nagasaki oleh tentara Sekutu Amerika pada tanggal 9 Agustus 1945.

Dengan demikian, Negara Jepang sangat kehilangan kekuatan dan dapat dikatakan lumpuh total, baik secara ekonomi, politik, populasi dan mental, sehingga Jepang mau tidak mau harus menyerah tanpa syarat, dengan menarik semua pasukan yang tengah berada di beberapa Negara Jajahannya, khususnya yang ada di Indonesia termasuk Tentara Jepang yang ada di Kalbar untuk kembali ke Negara Jepang.

Terukir pada gambar relief terakhir sebelah kanan Monumen, disajikan ilustrasi mengenai pemberontakan para Panglima Dayak dan pasukan para Raja lainnya, mencegat pasukan Jepang yang pada saat itu telah berencana untuk pulang ke Negara Asalnya menggunakan Kapal yang sudah siap mengarungi Laut dan Samudra.
Menilik sejarah misteri makam juang mandor langsung dari penuturan ahli kunci,berikut latar belakang peristiwa mandor berdarah,perang pembunuhan massal
Relief sebelah kanan Monumen.
Dokumen Pribadi
Setelah itu terjadilah gerilya penyergapan besar-besaran oleh pasukan Kalbar terhadap pasukan jepang yang sudah tak berdaya pada saat itu, dengan penuh beringas, dendam, dan perjuangan mengembalikan harkat martabat warga Kalbar, Pasukan Kalbar berhasil membunuh sebagian Pasukan Jepang yang gagal menuju Kapal Bunker.

Tak ada dokumentasi sahih mengenai kematian Pasukan Jepang yang telah di bantai oleh Pejuang Kalbar.

Setelah pihak Jepang mengalami kemerosotan dalam segala akibat aksi pemboman Amerika, membuat Bung Karno dengan mantapnya membentuk BPUPKI dan PPKI, dalam proses menuju proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Dari falsafah kemerdekaan tersebut, kecaman terhadap kejahatan penjajahan dunia dibungkus dengan rapi dalam bunyi teks UUD,  bahwa sesungguhnya  kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu penjajah atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan.
Dalam hal ini Bung Karno memang memiliki peran penting dalam mengecam segala penjajahan yang ada di dunia, mengapa Bung Karno tidak menuliskan penjajahan di atas Indonesia saja? Mengapa harus penjajahan di atas dunia? 
Hal tersebut dikarenakan Bung Karno mengetahui bahwa kejahatan penjajahan di Dunia saat itu sudah sangat kritis sekali, disamping memprioritaskan Indonesia, Bung Karno juga perduli terhadap Negara-negara yang tertindas, yang memang begitu dominan dari pada Negara berlakon Penjajah, terutama Negara-negara di bagian Afrika.

Dengan demikian, terjadilah Konfrensi Asia Afrika yang pernah diselenggarakan di Bandung. Sehingga sangat tak salah jika Bung Karno wajib disebut sebagai Kaliber dunia yang sangat lantang menyuarakan tentang Penghapusan penjajahan di atas dunia, yang bukan hanya di Indonesia saja.

Singkat Kisah, begitu Indonesia selesai memplokamirkan kemerdekaan, dengan hal-hal yang mengenai pemindahan dan kekuasaan diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Bereskan ! Indonesia telah merdeka, Republik sudah berdiri, lalu Bung Karno menyebrang secara global, mengambil dan mengajak beberapa orang afrika yang pernah tertindas oleh penjajah sebelumnya, lalu mendirikan Negara Non Blok, yang dikemas dalam Konfrensi Asia Afrika.

Bung Karno layak disebut sebagai salah satu pendiri Negeri ini, dan beliau juga tidak sendirian dalam mencapai kemerdekaan itu, karena apa yang dilakukan Bung Karno dalam proses menuju kemerdekaan tak lepas dari restu para Raja se-Nusantara.

Karena memang pada awalnya Nusantara, memulai adab kehidupan berasal dari kebijakan para Raja-raja yang memimpin pada saat itu, sehingga oleh sebab itu kontribusi Raja-raja sangat berpengaruh atas pendirian Negeri ini.

Berkaca akan nilai sejarah yang terkandung dari rentetan kejadian yang ada di Indonesia, khususnya peristiwa Mandor, mengingatkan kita untuk mengambil hal yang baik sebagai tauladan hidup kita, yang jeleknya harap dibuang jauh-jauh dari aktivitas kehidupan kita.
Karena kalau bukan generasi muda bangsa ini, siapa lagi yang akan meneruskan tujuan luhur Bangsa ini? Negara ini harus kuat, Negara harus makmur, Negara ini harus sejahtera, oleh dan untuk kita semua Rakyat Indonesia.
Sedikit pengalaman menarik Pak Uca, yang pernah menjelaskan rentetan relief ke salah satu Jenderal Tentara Amerika pada waktu lalu yang dibawa oleh Anggota Mabes. Pak Uca pernah di berikan shock terapy oleh Jenderal tersebut, yang berbunyi: Kamu bisa pertanggung jawabkan atas apa yang telah menjadi penjelasan kamu, barusan?

Lalu dijawab dengan Pak Uca, seperti ini: Saya hanya sebatas juru kunci, Jendral ! peristiwa ini antar Negara, salah alamat kalau jendral meminta pertanggung jawaban dari saya, kalau saya ini Kepala Negara, boleh !.
Karena ini perang antar Negara dan yang harus bertanggung jawab adalah kepala Negara, yaitu Presiden !

Kalau apa yang saya jelaskan ini salah, fakta sejarah disini salah, tidak bisa diterima, tidak akurat, dan tidak bisa dipertanggung jawabkan, bongkar ini monumen, bongkar ini relief, untuk apa?.

Belum lagi bukti beberapa wisatawan jepang yang datang dengan menangis-nangis, karena merasa berdosa,  berarti sejarah tersebut benar adanya.

Tempo hari ada seorang professor Jepang yang datang lalu menangis, seraya berkata mengapa orang tua kami bisa seperti ini? Sangat memalukan !

Generasi kami tidak tahu tentang adanya ini, sekarang akan kami buka diseluruh Universitas Jepang, supaya tahu bahwa kejadian di Indonesia ada yang diberlakukan keji oleh orang-orang tua kami.

****

Sejarah ini bukan mainan, karena telah di analisa oleh seluruh dunia, jikalau pembicaraan dan penjelasaan saya menyimpang dan mencemarkan nama baik Negara, sebelumnya saya sudah pasti ditangkap dan dihukum sebagaimana mestinya.

Jenderal tersebut akhirnya tersenyum dan menepuk-nepuk bahu Pak Uca, seraya berkata: saya hanya sebatas menguji akan nilai konsekuensi yang telah Anda sampaikan kepada saya.

Pak Uca kembali menyambung kisah pengalamannya.

Pernah terjadi, sebelum mengunjungi makam juang mandor, Seorang Profesor jepang bertanya kepada Saya, Bisa jamin kalau orang jepang datang kesini dengan aman sampai pulang?

Pak Uca kembali menjelaskan dengan penuh keteguhan, Monumen ini dibangun bukan untuk melestarikan dendam terhadap orang jepang, melainkan melestarikan sejarah, supaya generasi penerus tahu tentang sejarah, tahu tentang perjuangan, tahu tentang pengorbanan dan ini bukti para Syuhada yang gugur disini telah mengorbankan jiwa dan raganya, untuk apa dan untuk siapa?

Inilah yang harus dipegang teguh oleh generasi penerus, bukan tujuan untuk melestarikan dendam terhadap Jepang. Sekarang kami akui bahwa Negara Indonesia dan Jepang sudah menjadi Negara sahabat, terbukti dengan dibukanya Kedubes antar Negara.

Lalu Pak Uca kembali bertanya kepada Profesor tersebut, apakah kalian mendirikan tugu peristiwa Hiroshima dan Nagasaki, untuk melestarikan dendam terhadap Amerika, sehingga orang Amerika datang ke jepang akan disembelih juga?

Oh tidak katanya, tujuan nya sama seperti yang Anda sampaikan.

Oke kalau begitu, saya jamin seratus persen, Professor ! Anda masuk ke makam juang ini, professor tidak akan di apa-apakan.

Dalam hal kunjungan ini, mari sama-sama kita mengenang, menganalisa baik dan buruknya atas kejadian kelam ini.

****

Setelah peristiwa Mandor sedikit kondusif dari sebelumnya, hanya ada satu Raja besar Pontianak yang tersisa pada saat itu, yaitu Sultan Hamid II, kenapa bisa selamat? Karena ketika Jepang masuk menjajah daerah Kalbar, Sultan Hamid II langsung di boyong ke Belanda oleh istirinya, karena istrinya adalah orang Belanda.

Akhirnya Sang Raja pun kembali ke kampung halamannya, yaitu Pontianak, lalu berinisiatif untuk mengumpulkan beberapa keturunan Raja-raja Kalbar yang masih tersisa pada masa itu, namun hanya sedikit yang bisa terkumpul, masih terdapat beberapa Raja-raja penting yang tak menghadiri pertemuan tersebut, lalu Sultan Hamid II pun menanyakan perihal tersebut terhadap beberapa perwakilan yang menghadiri pertemuan tersebut.

Sedikit mengejutkan, bahwa beberapa utusan Keraton dari keseluruhan Kalbar, mengabarkan bahwa Raja-raja dan kaum cendikiawan lainnya sedang tidak ada di Keraton atau di Kalbar, melainkan sudah dijemput oleh Pihak Jepang pada waktu lalu, untuk disekolahkan ke Jepang.

Jawaban tersebut tak langsung membuat Sultan diam begitu saja, melainkan Sultan dan beberapa anggotanya melakukan penelusuran untuk membuktikan kebenaran dalam penyekolahan Raja-raja ke Negeri Jepang.

Sultan Hamid II segera mengunjungi PBB untuk mencari tahu akan kebenaran informasi tersebut, hal tersebut dilakukan karena Sultan Hamid II memiliki nama yang cukup baik dalam perihal Diplomat Internasional.

Setelah meminta bantuan terhadap PBB akan pencarian informasi tersebut, sangat mengejutkan sekali, karena tidak satu pun Raja yang ditemukan atau hidup di Negeri Jepang, atau dengan kata lain, para Raja tersebut di tipu lalu dieksekusi sesuai dengan kebiadaban Pasukan Jepang di masa kejayaan Nippon.

Dengan perasaan sedih, Sultan Hamid II kembali ke Keraton Kadariyah Pontianak, lalu merenungkan nasib Negeri dan kaum-kaumnya yang tak bersalah telah musnah seketika tanpa jejak oleh kekejaman Pasukan Jepang.
Menilik sejarah misteri makam juang mandor langsung dari penuturan ahli kunci,berikut latar belakang peristiwa mandor berdarah,perang pembunuhan massal
Tampak Bangunan Makam Dari Depan.
Dokumen Pribadi
Pengharapan Sultan dikabulkan, karena selang beberapa hari kemudian, Sultan mendapatkan laporan penting dari masyarakat yang bersuku Tiong hoa, yang pada saat itu membawa beberapa tulang-belulang yang mirip seperti bentuk tulang Manusia, terjadilah percakapan penting tersebut, lalu menyebutkan bahwa Tulang-belulang tersebut ditemukan ketika salah satu binatang peliharaannya membawa banyak tulang hingga ke jalan utama masuk desa, yaitu Desa Mandor.

Sultan tak percaya begitu saja, lalu memanggil beberapa orang yang dikatakan Ahli Medis pada saat itu, untuk meneliti tulang belulang tersebut, apakah benar Tulang tersebut adalah tulang Manusia?

Ternyata benar sekali dan sangat tepat mengenai uji lab pada saat itu, tulang tersebut benar adanya tulang manusia, seperti apa yang dilaporkan oleh masyarakat Desa Mandor tersebut.

Angin segar menyapa Sultan pada saat itu, dengan semangat yang membara, akhirnya Sultan membentuk sebuah Team penelusuran untuk mengetahui asal muasal jejak tulang manusia tersebut, karena perasaan Sultan pada saat itu, menganggap ini ada kaitannya dengan hilangnya beberapa Raja, tokoh agama, tokoh masyarakat dan kaum cendikiawan lainnya.

Sesampainya di Desa Mandor, Sultan dan anggota lainya menelusuri akan asal jejak tulang-belulang tersebut berasal, sehingga tibalah disuatu hutan yang sangat rimba pada saat itu, lalu memang benar, banyak ditemukan tumpukan tulang-tulang yang hanya berapa senti dari kedalaman tanah, yang diketahui bahwa sebelumnya tidak dikuburkan selayaknya Manusia dikuburkan.

Ternyata memang benar, hutan inilah menjadi saksi bisu pembantaian atas Raja-raja, kaum cendikiawan dan beberapa tokoh yang diculik tempo lalu oleh Pasukan Jepang, dengan keputusan yang sigap, Sultan memerintahkan untuk mengumpulkan semua tulang belulang yang berserakan tak beraturan tersebut untuk dikuburkan secara baik, karena jika dibiarkan seperti ini, tulang belulang akan habis di gondol oleh binatang-binatang setempat.

Namun terdapat kendala yang di alami oleh Sultan, ketika ingin menguburkan tulang-tulang tersebut, yaitu perihal pendanaan dalam pembangunan makam, belum lagi kondisi Indonesia dan sekitarnya pada saat itu memang sedang dalam ekonomi yang lemah, karena masih dalam Pasca Merdeka.

Berbekal nama baik di kalangan petinggi PBB, akhirnya Sultan mendokumentasi tentang apa yang ditemukan di hutan Mandor tersebut, lalu pergi mengunjungi PBB untuk meminta donasi pendanaan dalam pembangunan Makam bagi para Syuhada-syuhada yang telah gugur tersebut.

PBB menyanggupi permintaan tersebut, sehingga terjadilah proyek pembangunan makam tersebut, yang hingga saat ini terkenal dengan Makam Juang Mandor, namun bantuan PBB tersebut hanya berlaku untuk perihal Makam saja, segala Monumen dan Relief belum terelasisasikan pada saat itu.

Setelah Sultan menyelesaikan kewajiban tersebut, Sultan mencari dan menelusuri informasi dari berbagai dokumen Jepang, tentang jumlah jiwa yang dibantai pada saat itu, alhasil menemukan 21.073 Jiwa, walau pihak Jepang pada saat itu menolak akan jumlah tersebut, dan menganggap hanya membantai 1.000 an jiwa saja.
Menilik sejarah misteri makam juang mandor langsung dari penuturan ahli kunci,berikut latar belakang peristiwa mandor berdarah,perang pembunuhan massal
Suasana Makam 10 ( Makam Para Raja ).
Dokumen Pribadi
****

Waktu terus berlalu, petinggi Indonesia dan sekitarnya sedang sibuk dan gencar-gencarnya membangun Negeri, sehingga pada tahun 1946 – 1975, hampir genap 30 Tahun usia Makam tersebut, membuat Makam tersebut tidak dirawat dan tidak terlalu difikirkan.

Pada Tahun 1975, Percaya atau tidak, telah terjadi kejadian diluar akal sehat atau spiritual mendekati salah satu warga Pontianak saat itu yang menjabat sebagai Kepala Logistik di bagian pemerintahan Kota Pontianak.

Beliau bernama Abdul Samad Ahmad, yang pada saat itu mendapatkan kabar dari sebuah Roh Hidup yang berasal Ratu Suri Ibunda Sultan Hamid 2.
Mengapa disebut roh hidup? 
Karena memang pada saat yang bersamaan juga Ratu Suri memang masih hidup dan tinggal di Keraton Kadariah Pontianak, aktivitas bisikan roh hidup tersebut dapat disamakan dengan perihal Telepati.

Roh hidup tersebut terus terngiang-ngiang di telinga Pak Samad ( Panggilan Akrab ), hingga suatu hari Pak Samad sudah tak tahan dengan bisikan tersebut, lalu Pak Samad pergi mengunjungi temannya, yang memang Satu gedung Kantor dengan beliau, yaitu Bapak Marwan Said.

Lalu Pak Samad menceritakan perihal nasehat dan wejangan bisikan Roh tersebut, yang mana bisikan tersebut memerintahkan Pak Samad untuk segera pergi mengunjugi Keraton, karena ada sesuatu hal yang amat penting dan wajib dilakukan.

Pak Marwan pun sontak menjadi kaget bukan kepalang, lalu menasehati dan mengajak Pak Samad untuk segera mengunjungi Keraton secepatnya.

Tepat pada hari Jumat, Pak Samad dan Pak Marwan langsung bergegas mengunjngi Keraton Kadariyah, kaget melihat sambutan yang luar biasa dari pihak Keraton, membuat mereka berdua semakin terkagum-kagum dan mempercayai akan Magis bisikan tersebut, padahal rencana dan kedatangan mereka sama sekali tidak diketahui Oleh pihak Keraton, atau dengan kata lain tanpa memberikan izin sebelumnya.

Dilihat dari kejauhan, Sang pemilik suara Roh Hidup tersebut yaitu Ratu Suri Ibu Sultan Hamid II, sudah menanti dengan manis di megahnya Singgasana Ratu, berhamparkan karpet Merah, Pak Samad segera menelusuri kedalam Keraton yang sebelumnya sudah di ajak duluan untuk masuk ke dalam Keraton.

Namun lucunya, pertemuan tersebut hanya boleh dilakukan oleh satu orang saja, yaitu hanya Pak Samad saja, sedangkan Pak Marwan tidak diperkenankan untuk masuk, alhasil Pak Marwan menunggu diluar sembari menanti aktivitas pertemuan tersebut.

Suasana pertemuan Pak Samad dan Ratu di mulai dengan pengetokkan kepala Pak Samad sebanyak 3 kali, menurut tradisi Keraton pada saat itu.

Tanpa banyak basa-basi lagi, Ratu menjelaskan isi panggilan tersebut, yaitu Memerintahkan Pak Samad untuk segera mengunjungi daerah Mandor, dan mencari letak Makam Mandor yang pernah dibangun oleh Sultan Hamid II.

Sedikit bingung dan pangling akan perintah tersebut, Pak Samad mau tak mau mengiyakan perintah tersebut, walaupun pada saat itu beliau benar-benar tidak mengetahui pasti dimana letak Daerah Mandor dan Makam yang pernah di bangun Sultan Hamid II.

Pak Samad pun pamit dan segera keluar dar keraton, lalu menemui Pak Marwan yang dari tadi masih menunggu, Pak Samad pun menjelaskan secara detail akan kesimpulan dan keputusan Ratu terhadap perbincangan sebelumnya, seperti biasa Pak Marwan juga mengalami kaget yang luar biasa, karena memang mereka berdua sama-sama tidak tahu tentang keberadaan Daerah Mandor yang dimaksudkan.

Namun Pak Marwan dan Pak Samad lebih memegang teguh terhadap perintah Ratu, lalu mereka segera dengan cepat mengunjungi Daerah Mandor pada saat itu juga, walau hanya bermodalkan bertanya-tanya kepada orang-orang yang berlalu lalang disetiap jalan.

Singkat cerita Pak Samad dan Pak Marwan telah sampai di Daerah Mandor dengan niat dan kerja keras, lalu menemui Kepala Daerah setempat untuk menceritakan segala hal pesan yang didapat dari Ratu Keraton, dan tidak lupa mereka berdua meminjam Informan atau penunjuk Jalan sebagai pembimbing mereka selama mengarungi Hutan Belantara yang dimaksud untuk menemukan Makam yang pernah dibangun oleh Sultan Hamid II.
Menilik sejarah misteri makam juang mandor langsung dari penuturan ahli kunci,berikut latar belakang peristiwa mandor berdarah,perang pembunuhan massal
Suasana Pagi di Komplek Makam Juang Mandor (Depan Monumen)
Dokumen Pribadi
Beberapa kilometer telah mereka lalui, lalu disambut dengan beberapa bangunan yang berbentuk makam, dan tak salah lagi, inilah Makam yang dimaksud oleh Ratu, namun sayangnya kondisi fisik dan lingkungan Makam pada saat itu benar-benar sangat memprihatinkan, karena telah menjadi sarang segala binatang setempat dan penuh akan semak belukar yang sama sekali tak menambah kesan seni sebuah bangunan sejarah makam pejuang.

Pak Samad dan beberapa temannya pun terus menelusuri keberadaan Makam-makam yang lain, sehingga pada saat mencapai Genap 10 makam telah ditemukan, Beliau kembali mendapatkan suara Ghaib yang menggaung begitu jelas di telinganya, sebelumnya Pak Samad telah mengalami pingsan atau tak sadarkan diri, suara Ghaib tersebut semakin kuat terdengar, yang berbunyi: Kamu dapat segar bugar kembali, jika kamu mau dengan ikhlas mencukur habis rambutmu, dan menguburkannya disini ! 

Sontak Pak Samad pun membelalakkan mata setelah mendengar suara Ghaib tersebut, diperhatikan sekelilingnya, ternyata Beliau masih berada di sekitar area Hutan Makam 10, yang diketahui tempat bersemayamnya jasad para Raja dan Tokoh Cendikiawan lainnya.

Mengalami tak keberdayaan dalam menggerakan beberapa tubuhnya, hanya bisa mendengar dan berbicara, akhirnya Pak Samad memerintahkan Pak Marwan untuk mencarikan Pisau Cukur atau gunting tanpa memberitahukan alasan yang jelas, karena memperhatikan sorot mata tajam dari Pak Samad, akhirnya Pak Marwan dengan cepat dan sigap meninggalkan Pak Samad, untuk membeli Pisau cukur di pasar terdekat.

Pak Marwan kembali dengan membawa pesanan yang disebutkan oleh Pak Samad, lalu Pak Samad memberitahukan dengan seksama akan perintah sebelumnya dari suara Ghaib tersebut, sedikit aneh dan bingung Pak Marwan melakukan apa yang di ucapkan oleh Pak Samad.

Akhirnya rambut Pak Samad telah dicukur habis, dan menguburkan Rambut tersebut dilokasi yang diperintahkan suara Ghaib terhadap Beliau.

Beberapa menit kemudian, tubuh Pak Samad kembali sehat seperti sedia kala, lalu berencana melanjutkan perjalanan untuk menyusuri kembali Hutan yang penuh sejarah kelam tersebut, baru beberapa langkah dalam perjalanan, Pak Samad kembali dikejutkan dengan suara Ghaib yang kembali memberikan perintah, berbunyi: Sekarang juga harus kembali ke Pontianak, dan temui pemimpin Kalimantan barat ! 

Pak Samad kembali tertegun, bukan tertegun karena malas, melainkan sedikit bingung dengan maksud kata pemimpin yang suara Ghaib tersebut perintahkan, yaitu memerintahkan untuk menemui pemimpin, yang ada difikiran Pak Samad, apakah yang dimaksud itu Raja, Walikota atau Gubernur?

Dengan maksud meluruskan amanat yang didapat dalam suara Ghaib tersebut, membuat Pak Samad dan Pak Marwan segera mengunjungi kediaman Gubernur yang mungkin dapat mengerti situasi pada saat itu.

Sesampainya di Pontianak, Pak Samad dan Pak Marwan langsung berhadapan dengan Gubernur Kalbar Kadarusno ( Gubernur Pertama Kalimantan Barat ), walaupun hari sudah mulai sore dan sedikit gelap, tak menyurutkan semangat Pak Samad dan Pak Marwan, mereka bertekad untuk menyampaikan amanat penting ini, yaitu membuat suatu tanda sejarah di daerah Makam yang sekarang dikenal dengan Monumen dan Relief Peristiwa Mandor.

Dengan nafas terengah-engah karena panik, Pak Samad dan Pak Marwan sampai di muka kediaman Pak Kadarusno, mereka bedua tak peduli tentang Image Pak Kadurusno yang terkenal garang dan tegas, dan siap mendapatkan jawaban dan respon pedas terkait dengan permintaan yang tak masuk akal pada saat itu.
Kenapa ? ayo duduk dulu.. Ujar Pak Kadarusno…
Anehnya, Pak Samad tidak mengiyakan tawaran ramah tamah tersebut, melainkan lebih memilih berjongkok dengan sedikit berlutut kearah Pak Kadarusno, lalu keluar kalimat yang sedikit memaksa dan aneh dari ucapan Pak Samad:
Pokoknya jika Bapak tidak memenuhi permohonan ini, saya tidak akan duduk di kursi…
Sontak pernyataan tersebut membuat Pak Kadarusno menjadi bingung dan sedikit berang.
Oke… Kalau Anda tidak mau duduk dikursi, saya tidak mau berbicara dengan Anda, balas Pak Kadarusno.
Akhirnya kepanikan Pak Samad pun menjadi reda ketika mendengar pernyataan Pak Kadarusno kala itu, mereka pun mulai melakukan perbincangan serius terkait dengan pesan ghaib yang di alami oleh Pak Samad.

"Apa !!! tidak mungkin semudah itu, semuanya harus dibutuhkan pembuktian data yang benar, karena ini menyangkut terhadap sejarah nasional dan antar Negara pula, apalagi untuk merealisasikan pembangunan Monumen dan Relief harus mendatangkan langsung Insinyur ternama dan akademisi Seni Rupa yang professional, dan tentu semuanya membutuhkan biaya yang sangat besar, belum lagi perihal proses tersebut harus mendapatkan persetujuan dari Pihak DPRD Provinsi melalui Sidang Khusus."

"Namun jika semuanya benar dan terkendali melalui proses yang benar, seperti yang saya nyatakan sebelumnya, saya akan menjalankan amanat tersebut, tapi ingat! semuanya terjadi, jikalau apa yang dikatakan Anda itu benar adanya."

Karena Pak Samad menganggap ini suatu hal yang sangat genting, karena perintah menjalankannya berdasarkan dari suara panggilan Ghaib, perencanaan pembangunan Monumen dan Relief pun dilimpahkan ke DPRD Provinsi, untuk segera di klarifikasi sembari permohonan izin pengucuran Dana.

Namun sayang seribu sayang, mayoritas suara DPRD pada saat itu menyuarakan akan ketidaksetujuan terhadap pembangunan tersebut, berdalih karena di Daerah Hutan Mandor tersebut sudah tidak lagi ditemukan tulang-belulang yang benar-benar nampak dipermukaan tanah, yang dianggap oleh DPRD telah dipindahkan ke Makam Pahlawan yang ada di Semarang dan Ancol Jakarta.

Belum lagi pihak DPRD berkeberatan, karena biaya yang dibutuhkan untuk membangun Monumen dan Relief tersebut benar-benar harus menyiapkan dana yang begitu besar, kurang lebih bisa bermilyaran pada saat itu.

Merasa kecewa dengan hasil keputusan DPRD, membuat Pak Samad berang, lalu berdiri dihadapan para Anggota DPRD yang hadir pada saat itu, lalu berkata:

"Saya datang kesini, mengadu perihal ini terhadap legislatif hingga ke Eksekutif, hanya bertujuan menyampaikan amanat dalam pembangunan Monumen dan Relief, bukan mempermasalahkan tulang belulang yang hilang diangkut atau musnah."

"Perlu Bapak dan Ibu camkan, bahwa Tulang belulang para pejuang tersebut boleh diangkut dimana saja, boleh diambil siapa saja, sekalipun harus diangkut ke gedung DPRD ini, silahkan saja !"

"Saya tegaskan sekali lagi, maksud saya datang kesini adalah untuk melestarikan nilai sejarah dan mempertahankan Sejarah Peristiwa Tragis Mandor, peristiwa yang melibatkan pembantaian masal tentara Jepang terhadap Rakyat Kalbar di Mandor."

"Karena sejatinya sejarah tak dapat dipindahkan kemanapun dan oleh siapapun sampai Dunia ini kiamat."

Mendengar pernyataan yang berapi-api dari Pak Samad, membuat Pak Kadarusno merasa terpanggil untuk segera merealisasikan perencanaan tersebut.

"Oke.. jika demikian, saya akan bangun Monumen dan Relief tersebut, perihal dana? Saya akan mencari sendiri melalui beberapa donator atau jika mungkin menggunakan sponsor yang ada, dan sementara saya tak akan meminta anggaran dana melalui DPRD."

"Tapi, dengan satu syarat !"

"Carikan jejak, walaupun hanya sepuntung tulang, dari seluruh bekas makam yang ada di Mandor, hal tersebut agar menjadi bukti kelak, dan Tulang tersebut akan digunakan sebagai penguburan dalam peresmian Monumen dan relief nantinya."
"Apakah Anda bersedia?"
Dengan sedikit keraguan, namun memiliki hasrat yang pasti, Pak Samad menyanggupi syarat tersebut.
Walau sedikit beban, Pak Samad tetap teguh melanjutkan kiat mulia tersebut, karena ini menyangkut nilai sejarah yang akan hilang, jika keberadaan Makam tersebut tidak dibubuhi sebuah Monumen.

Sesampainya di kediaman Pak Samad, beliau segera membaringkan tubuh nya yang lelah karena sibuk bergumul terhadap proses menyuarakan pembangunan Monumen Makam.

Sesaat mata Pak Samad sudah mulai terkatup dan sudah mulai masuk kealam bawah sadar, petunjuk dan suara Ghaib masuk kembali di mimpi Pak Samad, dengan menyuarakan: Silahkan pindahkan jasad yang berasal dari Makam 10, berjenis kelamin laki-laki dan Perempuan, masing-masing 1 Jasad.

Pak Samad pun tersadar kembali setelah mendengar petunjuk yang masih terngiang-ngiang di kepalanya.

Lalu pada waktu berikutnya, Pak Samad kembali menyambangi Pak Kadarusno, dan menceritakan apa yang telah diketahuinya melalui suara ghaib sebelumnya.

"Bagaimana? Apakah anda sudah menyiapkan sepuntung Tulang yang telah saya pesan sebelumnya?"
Belum Pak…
"Lalu ada maksud dan tujuan apa? Anda datang kembali menemui saya? Apakah ada perihal yang lebih penting dari Monumen dan Relief?"
Iya Pak… ini menyangkut pembuktian yang Bapak inginkan sebelumnya, jikalau bapak sebelumnya menginginkan sepuntung Tulang sebagai bukti dan digunakan untuk upacara peresmian Monumen.
Maka saya dapat menjanjikan yang lebih spektakuler dari sekedar tulang, yaitu menyediakan Jasad satu Laki-laki dan satu perempuan.

"Loh… Mana mungkin !"

Karena perisitiwa mandor dan umur makam sudah terjadi lebih dari 20 tahunan, mana mungkin masih ada jasad pejuang yang utuh, Tak mungkin bisa seperti itu !
"Dengan kehendak Allah, kedua jasad tersebut masih utuh pak.."
"Bisa Anda buktikan?"
Siap pak !
"Kalau begitu, persiapkan semuanya dengan baik, karena dua Jasad tersebut akan dipindahkan dan dikuburkan tepat dibawah monument sebagai peresmian Monumen dan Relief.
Tapi.. jika apa yang Anda ucapkan ini hanya main-main atau sebuah kebohongan belaka, Anda akan tanggung sendiri akibatnya."
"Sebelumnya saya mohon maaf Pak, jikalau apa yang saya ucapkan dan yang saya lakukan ini adalah sebuah kebohongan, saya siap mendapatkan hukuman yang seberat-beratnya."
"Leher saya siap dipenggal dengan Samurai, sebagaimana para pejuang mengalaminya dahulu dari Pasukan Jepang."
"Baiklah.. intinya Anda jangan main-main dengan semua ini, karena sebenarnya saya hanya membutuhkan bukti Sepuntung Tulang saja, namun jika Anda berkata demikian?
Apa mau dikata? Anda harus siap lahir batin untuk membuktikannya, dan siap menanggung akibatnya jika ini hanya sebuah kebohongan semata."

****

Proses pembangunan Monumen dan Relief pun segera dilaksanakan, dengan menghadirkan Arsitek professional dan para akademisi seni rupa untuk membuat Relief yang sesuai dengan nilai Sejarah Tragedi Mandor kala itu, selain itu datang juga utusan dari Negara Jepang, untuk menyesuaikan Sejarah yang pernah terjadi.
Menilik sejarah misteri makam juang mandor langsung dari penuturan ahli kunci,berikut latar belakang peristiwa mandor berdarah,perang pembunuhan massal
Tepat di Depan Tugu Monumen Makam Juang Mandor.
Dokumen Pribadi
Pada tanggal 27 Juni 1977, dimana puncak kecemasan Pak Samad semakin menjadi-jadi, karena belum ada kabar perintah terkait dengan pengambilan Jenazah yang dimaksud, belum lagi pada hari esok tepatnya pada tanggal 28 Juni 1977 merupakan hari peresmian monumen yang sudah ditunggu-tunggu.

Penentuan tanggal 28 Juni sebagai hari peresmian, dikarenakan disesuaikan dengan awal peristiwa penculikan dan pembantaian yang dilakukan Oleh Pasukan Jepang tempo lalu, 28 Juni 1944.

Akhirnya, Pak Samad bernafas lega, karena petunjuk Ghaib telah menginstruksikan untuk melakukan penggalian Makam 10 tersebut, lalu dengan sigap Pak Samad kembali menyambangi Pak Kadarusno, untuk meminta sebuah kelompok yang akan pergi membantunya menggali Makam yang dimaksud tersebut.

Penelusuran terhadap makam pun dilakukan, dimana dikepalai oleh Pak Samad sendiri, dengan sedikit keraguan dan penuh harap, penggalian pun dimulai.

Selang beberapa jam, penggalian sudah sampai terkeruk seberapa dalamnya, lalu dengan mata yang berbinar-binar Pak Samad dan seluruh anggota penggalian, menyaksikan langsung kejadian Fenomenal tersebut.

Terdapat 2 Jenazah yang masih utuh, satu laki-laki dan satu perempuan, Pak Samad mendekatkan diri terhadap kedua jenzah tersebut, diperhatikan dari atas rambut hingga bawah kaki.

Dengan penuh syukur, Pak Samad lega dengan apa yang diihatnya barusan, jasad yang ditemukan benar-benar utuh, pakaian kerajaan yang masih utuh, dan raut wajah jasad yang seakan mirip tertidur menambah keharuan dalam prosesi pemindahan jasad-jasad tersebut.

Dengan cepat sepasang Jenazah tersebut di pindahkan di salah satu rumah yang berada di samping pembangunan Monumen, yang sebentar lagi akan menjadi rumah kediaman Pak Samad setelah ini.

Keesokan harinya, Tanggal 28 Juni 1977, prosesi peresmian monumen dilakukan, sebagaimana dengan rencana Pak Kadarusno dan Pak Samad, yaitu menguburkan kembali kedua Jenazah yang didapat masih utuh.

Semua undangan dibuat takjub dengan pemandangan yang hanya sekali seumur hidup untuk disaksikan, adapun petinggi daerah yang datang pada saat prosesi peresmian adalah Panglima Kodam Tanjung Pura, Polda Kalbar, Kejaksaan Tinggi, Ketua DPRD, Gubernur, dan beberapa petinggi daerah lainnya.

Sesampai proses penguburan jenazah selesai dilakukan, tepat di atas tanah penguburan tersebut, ditancapkan sebuah Batu yang menjadi etalase Monumen yang bertuliskan 
“ Tak Cukup Sekedar Anda Kenang, Tetapi Ku Harap Teruskan Semangat Juangmu, Untuk Memerangi Segala Bentuk Penjajahan.”
Selesai sudah prosesi pembangunan Monumen dan Relief tersebut, dengan Pak Samad yang menjadi pilar penting dalam mewujudkan takdir tersebut.

Sehingga dengan demikian membuat Pak Samad mendapatkan penghargaan langsung dari Bapak Kadarusno yang pada saat itu masih menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Barat.

Selain mendapatkan penghargaan, Pak Kadarusno memberikan SK terhormat kepada Pak Samad, yang dikenal sebagai Sang Ahli Kunci Pertama Makam Juang Mandor.
Menilik sejarah misteri makam juang mandor langsung dari penuturan ahli kunci,berikut latar belakang peristiwa mandor berdarah,perang pembunuhan massal
Gerbang Masuk Komplek Makam Juang Mandor.
Dokumen Pribadi
Pak Samad tak menolak akan semua itu, setelah peresmian dan pemberian penghargaan selesai, Pak Samad benar-benar kembali menekuni setiap jejak yang ada di Makam Juang Mandor, sehingga menjadi modal sahih untuk diceritakan kembali kepada para penerus Bangsa yang mengunjungi Komplek Makam Juang Mandor.

Sedikit kisah, bahwa setelah peristiwa pemindahan dua jenazah tersebut, Pak Samad menjadi perbincangan yang hangat bagi beberapa kalangan, sehingga hal tersebut membuat beberapa Dokter, Ahli mikro biologi, dan Ahli Forensik berbondong-bondong ingin menemui Pak Samad secara langsung, untuk mengetahui kemungkinan perihal Jasad yang masih utuh setelah lebih dari 25 tahun di dalam tanah.

Pak Samad tak pernah menolak akan kedatangan beberapa orang-orang akademisi tersebut, melainkan disambut dengan penuh hangat, dan selalu bersemangat menceritakan tentang rentetan sejarah peristiwa mandor hingga berdirinya Monumen ini.

"Bagi saya pribadi, ini lah Tuhan Yang Maha Kuasa, berbuat dan berkehendak dengan tiada batasnya, dan tak ada satu orangpun yang dapat membatasinya, baik itu orang terpintar dan terkuat sekalipun.
Sebenarnya pertanyaan penemuan jenazah tersebut sedikit menggelitik bagi Anda yang selalu berusaha menalaah akan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.
Mengapa saya katakan seperti itu?
Begini saja, di luar ini, tepat diatas Kepala kita berdiri, terdapat satu buah Matahari ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Jadi… Mengapa Matahari tidak bisa jatuh kebawah? Jawaban nya sudah jelas karena Gravitasi dan lain-lain? Namun bisa kah Anda menjelaskan bagaimana proses Gravitasi tersebut terjadi dan mengapa bisa seperti itu?

Kalau difikir-fikir hal tersebut sebanding dengan penemuan dua Jenazah yang saya dan kelompok temukan dalam masih keadaan utuh.
Jawabannya hanya Tuhan Yang Maha Kuasa.
Namun jika anda ingin membuang-buang waktu untuk menelusuri kebenaran utuhnya dua jenazah tersebut, silahkan saja, karena apa yang saya lakukan murni sebuah perintah dan tanggung jawab terhadap Gubernur Kalimantan Barat.

****

Dari apa yang telah ditulis disini merupakan murni atas informasi dan penjelasan langsung dari Ahli Kunci yang bernama Uca Suherman, yang sampai saat terakhir kami mengunjungi masih memegang mandat dan amanah menjaga Makam Juang Mandor.

Bapak Uca Suherman merupakan generasi kedua yang dipercaya oleh ALM Abdul Samad Ahmad, yang telah meninggal pada hari Jum’at, 19 September 2014. 

Pak Uca Suherman merupakan menantu dari ALM Abdul Samad Ahmad, yang sedikit banyak telah ambil andil dalam perawatan Makam Juang Mandor selama kurang lebih 35 Tahun sisa waktu hidup bersama Almarhum.

Sebagai tambahan informasi, bahwa untuk nama penghianat yang membocorkan hasil kesimpulan rapat terhadap Jepang, dirahasiakan hingga sekarang dan benar-benar ditutup oleh sejarah, hal tersebut beralasan agar tak memberikan citra buruk terhadap keturunan penerusnya.

Berikut pesan dan nasehat Pak Uca Suherman, ketika mengakhiri perbincangan bersama kami:

Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghormati Jasa Pahlawan dan Sejarahnya, itu wajib dilakukan.

Jika kalian ingin menjadi Bangsa yang besar? 

Cari dan Gali sejarah yang ada di sekitar kita, termasuk Makam Juang Mandor ini, mari hidupkan kembali nilai-nilai sejarah yang dari waktu ke waktu semakin dilupakan oleh para generasi penerus Bangsa.

Karena apa pun yang kita lakukan, sadar atau tidak sadar semuanya berkaca melalui Sejarah.
Berikan yang terbaik terhadap sesama Manusia, terlebih dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tak pandang berbeda suku, agama, maupun Ras, karena Kebaikan tak pandang bulu, semuanya wajib mendapatkan dan memberikan.

Contohnya, di Makam Juang Mandor ini, semua suku, Agama, dan Ras yang berbeda bersatu padu gugur dalam hanya sebuah liang lahat yang terdapat jumlah 10 Makam.

Demikian artikel kali ini yang mengulas kembali tentang perjalanan sejarah Tragedi Pembantaian Mandor hingga proses berdirinya Monumen bersejarah Makam Juang Mandor.

Saya tegaskan sekali lagi, bahwa sumber data kisah sejarah Mandor ini di dapat langsung dari Narasumber Ahli Kunci Makam Juang Mandor, yang Bernama Uca Suherman.

Oleh sebab itu saya selaku Penulis dan pengelola di Blog Travedisi ini sangat banyak berterima kasih terhadap Pak Uca Suherman, yang sudah berkenan memberikan informasi sejarah penting ini secara detail dan penuh semangat, karena Tulisan ini tak akan menjadi apa-apa jika tanpa penuturan langsung dari Sang Ahli Kunci Makam Juang Mandor.

Bagi kalian yang merasa kelelahan membaca artikel ini yang dikarenakan memang begitu panjang, kalian bisa menyaksikan langsung perbincangan eksklusifnya di Travedisi Youtube Channel, dengan judul “ 1 Jam Bersama Ahli Kunci Makam Juang  Mandor “.

Dari beberapa hal yang telah saya sampaikan, kurang dan lebihnya mohon dimaafkan, jika terdapat pertanyaan dan sanggahan, bisa langsung di cantumkan pada kotak komentar dibawah.

Semoga artikel ini bermanfaat dalam menambah wawasan nilai Sejarah yang ada di Indonesia, khususnya di Daerah Kalimantan Barat.

Mari Bagikan. Terima Kasih.
SALAM TRAVEDISI… LAJAKAN !!!
Link Sumber: youtube/travedisi
Copyright © Travedisi. All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design